Berani Coba Diet Manusia Zaman Purba, Seperti Apa Caranya?

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • sxc.hu

    sxc.hu

    TEMPO.CO, Jakarta - Demi mendapatkan berat badan yang ideal dan hidup sehat, banyak orang berburu metode diet baru. Berbagai menu pengaturan makanan dijajal agar mendapatkan cara paling efektif untuk memperoleh ukuran tubuh idaman.

    Sama seperti model pakaian, tren diet bergulir tiap tahun. Ada banyak metode mengusir lemak dan mengubahnya menjadi otot. Nah, satunya metode diet paleo. Metode ini diyakini memberikan banyak manfaat bagi kesehatan, dari mendapatkan ukuran tubuh ideal, mencegah penyakit kronis, meningkatkan energi, sampai menjaga kesehatan badan secara keseluruhan.

    Paleo berasal dari nama pada era purba, yakni paleolitikum. Sama seperti manusia purba, saat menerapkan metode ini, kita juga dituntut menyesuaikan diri dengan makanan yang ada di sekitar kita. Bedanya, kini kita tak perlu repot-repot harus berburu dan meramu seperti mereka. Tinggal mendatangi pasar tradisional atau supermarket, bahan makanan sudah di tangan. Lalu bahan makanan diolah dengan cara sederhana, seperti ditumis, dibakar, atau dikukus.

    Diet paleo sebenarnya sudah muncul sejak 2013. Ada sederet selebritas yang membuat nama paleo menjadi harum. Sebut saja aktor Matthew McConaughey, penyanyi Miley Cyrus, serta aktris seksi Jessica Biel dan Megan Fox.

    Inti diet paleo adalah menghindari konsumsi gula dan karbohidrat berlebihan, serta mengasup banyak protein. Dengan memangkas konsumsi karbohidrat dan gula, asupan energi akan berkurang sehingga diharapkan akan menurunkan berat badan.

    Pakar diet paleo, Loren Cordain, juga mengatakan diet rendah karbohidrat akan meningkatkan kontrol gula darah dan fungsi hormon insulin. Hormon ini bertugas menyingkirkan gula dari dalam darah dan masuk ke dalam organ yang membutuhkannya atau ke tempat penyimpanan untuk memenuhi kebutuhan lain pada lain waktu.

    Semakin besar berat badan, jumlah insulin semakin banyak. Tingginya jumlah insulin ini bisa mengacaukan kemampuan tubuh dalam membakar lemak. Insulin juga bisa menjadi tak sensitif sehingga rentan menyebabkan diabetes tipe 2. "Maka, dengan mengurangi jumlah konsumsi karbohidrat, sensivitas insulin pun akan meningkat," kata profesor ilmu kesehatan dan olahraga dari Colorado State University.

    Orang yang menerapkan diet ini wajib mengkonsumsi banyak protein. Protein bisa didapat dari daging sapi, ayam, ikan laut, dan telur, serta protein nabati seperti kacang-kacangan. Sarannya, gunakanlah bahan organik, seperti daging yang berasal dari sapi yang mengkonsumsi rumput organik.

    Tapi bagi yang baru memulai atau kesulitan mendapatkan "daging organik", bisa menggunakan daging yang dijual di supermarket, asalkan tak mengkonsumsi daging yang sudah diolah, seperti sosis, kornet, atau daging asap. Makanan ini, tentu, tak dikonsumsi oleh orang zaman prasejarah.

    Hal wajib lain dari diet paleo adalah menyantap makanan yang terbuat dari bahan alami dan diambil langsung dari bumi. Anda diharuskan mengolah langsung sayuran yang baru saja dipetik, memakan buah-buahan segar, dan mengkonsumsi ikan yang baru ditangkap dari laut.

    Makanan yang dibuat dengan proses pengawetan, seperti makanan kaleng dan makanan beku, pantang dikonsumsi. Sebab, bahan pengawet yang terkandung di dalam makanan itu biasanya mengandung banyak garam atau gula.

    Jadi, jika mulai tergoda makanan dalam kemasan, termasuk mi instan, dan minuman kaleng, ingat saja Matthew McConaughey atau Megan Fox. Lalu kembalilah ke makanan alami. Rasanya tidak sulit.

    KORAN TEMPO

    Berita lainnya:
    Ubi, Aman buat Diet sampai Melawan Kanker
    Khasiat Kunyit untuk Diet, Kecantikan, dan Kesehatan
    Pentingnya Diet dan Olahraga dalam Menurunkan Berat Badan


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Rapid Test, Swab, dan TB-TCM dalam Deteksi Virus Corona

    Ada tiga tes yang dapat dilakukan untuk mendeteksi virus corona di dalam tubuh, yaitu dengan Rapid Test, Swab, atau metode TB-TCM. Simak perbedaannya.