5 Kesalahan Berbusana saat Wawancara Kerja

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi busana wawancara kerja. shutterstock.com

    Ilustrasi busana wawancara kerja. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Mendapat panggilan wawancara kerja dari perusahaan yang diidamkan akan membuat kita girang. Selain mempersiapkan diri dengan jawaban yang cerdas di momen bersejarah itu, Anda juga harus memperhatikan seperti apa penampilan nanti.

    Kenali apakah perusahaan itu menerapkan aturan tentang busana kerja. Jika tempat bekerja itu sudah punya rambu dalam berbusana, misalnya sebagian besar karyawannya berseragam, tidak ada salahnya Anda memakai pakaian yang hampir sama, entah model maupun warnanya. Namun jika perusahaan longgar dalam menerapkan aturan berpakaian, kita malah bingung kira-kira mau pakai baju apa ya?

    Apapun bidang atau tempat kerja yang Anda minati, ada lima kesalahan besar berpakaian yang sering dilakukan saat melakukan wawancara kerja. Berikut ini penjelasannya seperti dikutip dari Purewow:

    1. Sepatu tumit tinggi yang jarang sekali dipakai
    Aturan dasarnya, jangan pernah memakai semua jenis sepatu heels atau flat, yang hanya dipakai kurang dari sekali sebulan. Jika ini terjadi, pasti Anda akan tampak ‘kaku’ saat berjalan mengenakannya. Berjalan dengan nyaman untuk menambah kepercayaan diri sangat diperlukan.

    2. Tas yang besar
    Anda tidak perlu membawa kotak makan siang, botol air minum, dan agenda untuk berjabat tangan dengan pewawancara. Tinggalkan tas besar di rumah, ganti dengan membawa satchel bag, tas berdesain kasual dengan sebuah tali di bagian tengah penutup tas. Jika perlu membawa map, sangat baik membawanya terpisah dari tas.

    3. Jeans
    Meski Anda mendapat kesempatan wawancara kerja di perusahaan media atau start up, mengenakan celana atau busana apapun yang berbahan jeans akan memberikan kesan buruk. Mungkin ada yang menganggap bahan jenis ini terlalu santai untuk wawancara kerja atau kurang sopan jika berhadapan dengan pewawancara. Ganti jeans dengan celana panjang peg-leg yang panjangnya semata kaki.

    4. Pakaian berbahan flowy
    Pakaian Anda mungkin akan terlihat manis, tapi ini bukan tempatnya.

    5. Apa saja yang terlalu trendi
    Hindari apa pun yang membuat perusahaan mengingat Anda hanya karena pakaian, bukan dari kayanya ide dan pengalaman. Jaket bomber abu-abu memang keren saat dipakai hangout bersama teman, tapi tidak begitu ketika Anda berada di ruang wawancara dengan calon bos.

    Lantas, busana seperti apa yang sebaiknya dipakai saat wawancara kerja?

    Tunjukkan gaya professional Anda. Setiap industri dan pekerjaan memiliki kode berpakaian sendiri. Jika memerlukan setelan jas atau blazer misalnya, jangan sungkan untuk memakainya. Jika suasana kantor yang dituju agak santai, Anda bisa mengganti rok atau celana hitam dengan celana kotak-kotak. Intinya, tampil dengan potongan pakaian yang sederhana dan tajam.

    PUREWOW | NIA PRATIWI

    Berita lainnya:
    Tip Atasi Stres
    Jangan Paksakan Calistung pada Balita
    Perlakuan Kosmetik yang Salah Percepat Kedaluwarsa


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Akhir Cerita Cinta Glenn Fredly

    Glenn Fredly mengembuskan napas terakhirnya pada Rabu, 8 April 2020 di RS Setia Mitra, Jakarta. Glenn meninggalkan cerita cinta untuk dikenang.