3 Sikap Ayah-Bunda yang Bikin Anak Tidak Percaya Diri

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi orang tua atau ibu menemani anaknya belajar. shutterstock.com

    Ilustrasi orang tua atau ibu menemani anaknya belajar. shutterstock.com

    TEMPO.COJakarta - Orang tua menginginkan anak-anak tumbuh dengan rasa percaya diri. Dengan dalih tidak ingin kecewa, supaya terlihat baik, ataupun melindungi anak, tanpa disadari orang tua memberikan respons yang justru membuat anak tidak percaya diri.

    Berikut ini beberapa respons orang tua yang tanpa disadari justru membuat anak tidak percaya diri.

    1. Mengatakan “ah, gampang” 
    Segala sesuatu yang menurut orang tua cukup mudah dan sederhana belum tentu demikian bagi anak. Tanpa disadari, ucapan “ayo, ini sangat mudah. kamu pasti bisa”, yang bertujuan memotivasi anak malah membuat mereka berpikir “jika saya melakukan kesalahan, itu akan terlihat bodoh sekali.” Dengan perasaan seperti itu, anak akan berkecil hati dan ingin menyerah. Rasa percaya dirinya berkurang.

    Sebaiknya orang tua memberikan semangat dengan mengatakan, “Ini mungkin sulit, tapi kamu dapat melaluinya. Semangat.” Ketika anak dapat menyelesaikannya dengan baik, dia akan mengatakan kepada diri sendiri, “Yes, aku berhasil.” Pendekatan seperti ini dapat membantu menumbuhkan rasa percaya diri.

    2. Membantu mengerjakan tugas
    Orang tua terkadang melakukan banyak hal sebagai perwujudan cinta kasih serta ingin hasil karya anak lebih cepat dan bagus, seperti membantu anak mengerjakan tugas sekolah. Padahal anak-anak ingin mengerjakan tugas mereka sendiri. Ayah-Bunda, biarkan anak mengerjakannya sendiri. Sikap ini membuat anak merasa mampu, percaya diri, dan bangga. 

    Beri anak kesempatan untuk belajar dengan kemampuannya dan mandiri. Jika sedikit-sedikit orang tua membantu, cara ini secara tidak langsung memberikan kesan anak tidak mampu mengerjakannya.

    3. Panik saat anak melakukan kesalahan
    Kesalahan adalah bagian dari kehidupan. Kita semua pasti pernah melakukan kesalahan. Orang tua sering merasa harus membantu anak agar terhindar dari kesalahan atau memarahinya saat berbuat salah. Cara ini akan membuat anak menjadi lemah.

    Berikan tanggapan yang baik agar anak dapat belajar dari kesalahannya. Beri kesempatan bagi anak untuk mampu mengakui dan memperbaiki kesalahan.

    FAMILYSHARE | DINA ANDRIANI

    Berita lainnya:
    Pizza tapi Digulung, Namanya Pizza Lemper
    5 Urusan Pribadi yang Tak Perlu Diketahui Perusahaan
    9 Urusan yang Kerap Terlupa jika Mengatur Pernikahan Sendiri


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.