Beda Penanganan Noda Kosmetik, Makanan, dan Keringat

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi mencuci pakaian menumpuk. femalefirst.co.uk

    Ilustrasi mencuci pakaian menumpuk. femalefirst.co.uk

    TEMPO.CO, Jakarta - Sebuah survei yang dilakukan produk penghilang noda, Vanish menunjukkan sebanyak 50 persen para ibu frustasi ketika membersihkan noda membandel yang menempel pada pakaian. Sebagian besar dari 350 orang ibu yang tinggal di kota besar di Indonesia, itu menyatakan berhadapan dengan noda pakaian sekali sepekan.

    Biasanya mereka mencuci kembali pakaian yang nodanya tak hilang saat pencucian pertama. Caranya, dengan menggunakan lebih banyak deterjen atau mengucek dan menyikat bagian pakaian yang terkena noda dengan lebih keras.

    Padahal cara seperti itu justru membuat pakaian cepat rusak, kain gampang tipis, mudah sobek,  atau warnanya memudar. Berikut ini 'pertolongan pertama' pada noda tertentu seperti tertera dalam keterangan tertulis:

    1. Noda makanan dan minuman
    Membersihkan noda makanan dan minuman terkadang menjadi sulit, terlebih ketika sudah mengering. Menggunakan deterjen saja tidak cukup karena noda yang mengering sudah terserap ke dalam serat kain. Untuk noda minyak goreng dan mayones, Anda perlu merendam bagian pakaian yang terkena noda dengan air hangat (maksimal 40 derajat celcius) agar noda minyak mudah dihilangkan.

    Sedangkan untuk jenis noda, seperti susu cokelat, es krim, saus tomat, dan kecap, cucilah bagian yang terkena noda dengan air dingin. Pastikan Anda menggunakan air dingin, karena air panas akan bereaksi dengan protein makanan dan membuatnya menjadi semakin sulit dibersihkan.

    2. Noda kosmetik
    Membersihkan noda kosmetik hanya dengan deterjen terkadang meninggalkan bercak seperti minyak bila tidak langsung dibersihkan. Membersihkan sisa kosmetik yang tidak berminyak seperti eye shadow dan blusher lebih mudah, namun tetap usahakan agar noda jangan sampai menyebar.

    Untuk noda berwarna gelap seperti maskara dan eyeliner dengan bahan minyaknya yang mudah menyerap ke dalam serat kain dan terlanjur mengering pada pakaian, gunakan produk penghilang noda untuk memudahkan pencucian dan mengurangi pengucekan.

    3. Noda darah
    Menggunakan air dingin sangat pas untuk mencuci noda darah karena mampu memecah dan melarutkan darah. Hindari penggunaan air hangat karena justru akan "memasak" sisa darah, sehingga semakin sulit dihilangkan. Kucek noda darah yang menempel dengan air dingin pada kedua sisi kain. Hindari mengusap noda darah karena bisa memperluas noda.

    4. Noda dari kotoran tubuh
    Sama halnya dengan membersihkan darah pada pakaian, hindari pencucian dengan air hangat. Penting untuk menggunakan air dingin saat pencucian. Sebab, banyaknya protein dari kotoran tubuh justru semakin sulit dihilangkan jika terkena air panas karena berubahnya susunan kimia protein. Rendamlah pakaian Anda di dalam air dingin secepatnya.

    5. Noda keringat
    Noda keringat seringkali meninggalkan bekas kekuningan pada pakaian. Misalnya noda keringat pada bagian ketiak pakaian. Noda ini biasanya muncul akibat dari bahan deodoran yang bereaksi dengan garam dalam keringat. Untuk menghilangkan noda keringat, Anda bisa merendam pakaian selama satu jam di dalam air hangat.

    BISNIS.COM

    Berita lainnya:
    Mr. P Loyo karena Ponsel Itu Nyata Adanya
    Menilik Make up Atlet Renang Putri di Olimpiade Rio 2016
    Anggun C Sasmi Cerita Penampilannya Diremehkan Lalu Melejit


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    ODP dan Isolasi Mandiri untuk Pemudik saat Wabah Virus Corona

    Tak ada larangan resmi untuk mudik saat wabah virus corona, namun pemudik akan berstatus Orang Dalam Pemantauan dan wajib melakukan isolasi mandiri.