Urusan Mobil yang Bikin Istri Shock Lihat Tagihannya

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi tagihan. Shutterstock.com

    Ilustrasi tagihan. Shutterstock.com

    TEMPO.CO, Tangerang Selatan - Para suami biasanya sangat berhati-hati saat memberitahu istrinya jika mobil mereka bermasalah. Musababnya, urusan ban, ganti oli, bodi lecet misalnya, tentu membutuhkan biaya yang tak sedikit.

    "Karena itu, pengetahuan tentang otomotif penting buat perempuan atau istri sebagai pengelola keuangan rumah tangga," kata Wicaksono Soebroto, General Manager Marketing and Corporate Communication Goodyear di pameran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) di Indonesia Convention Exhibition (ICE), BSD City, Tangerang Selatan, Sabtu 13 Juli 2016.

    Dari pengalaman para suami, mereka sering kali 'keder' saat meminta izin kepada istri untuk menggunakan anggaran rumah tangga guna keperluan perbaikan mobil yang terbilang darurat atau insidentil. "Biasanya kalau suaminya bilang, 'Mamah, maaf ya. Papa harus minta uang buat beli ban'," ujar Wicaksono. Lantas si istri menjawab, "'ban lagi, ban lagi. Baru beli kemarin kok sudah pecah'. Itu kan sepertinya tidak masuk akal."

    Sebab itu, Wicaksono melanjutkan, ada beberapa hal yang sebaiknya diperhatikan pemilik kendaraan dalam membeli produk penunjang performa kendaraan, terutama ban. Berikut ini penjelasannya:

    1. Penggantian atau garansi ban
    Lazimnya toko ban hanya memberikan garansi satu minggu sejak ban terpasang. Menurut Wicaksono, saat ini Goodyear melalui program worry free memberikan garansi ban menjadi 90 hari pertama atau kendaraan sudah menempuh jarak 12 ribu kilometer. Pelanggan akan mendapat jaminan penggantian ban untuk kerusakan apapun selama tiga bulan sejak mereka registrasi pemasangan. "Ini membantu ibu-ibu mengelola dana tak terduga," katanya.

    Consumer Product and Trade Marketing Manager Goodyear, Afrianti Puspitarini mengatakan, pelanggan yang telah registrasi bisa datang ke toko ban Goodyear, menunjukkan kartu garansi, lalu ban langsung diganti. "Selama stoknya tersedia," ujarnya.

    2. Kondisi darurat
    Afrianti menjelaskan pengguna ban Goodyear bisa memanfaatkan jasa layanan darurat Garda Siaga dari Garda Oto jika mengalami keadaan darurat atau terpaksa harus diderek. Misalnya, ketika dalam perjalanan ban mobil kempis, sedangkan kondisi ban serepnya sudah bocor.

    3. Kecelakaan
    Afrianti mengatakan Goodyear juga bekerja sama dengan Asuransi Astra Buana dalam memberikan asuransi jiwa jika pengemudi atau pemilik kendaraan kecelakaan atau meninggal dunia. "Asuransi ini bisa dipindahtangankan. Contohnya pemilik mobil sudah punya asuransi pribadi, maka bisa dialihkan ke sopirnya," katanya. Besaran santunan yang diberikan Rp 20 juta.

    4. Ganti oli
    Afrianti mengatakan, konsumen juga dapat membawa pulang oli Total Oil sebanyak 4 liter.

    Selain itu, Afrianti menjelaskan,pengguna ban Goodyear juga bisa mendapatkan Goodyear One Card yang bisa digunakan sebagai uang elektronik untuk membayar tarif tol, parkir, dan sebagainya, senilai Rp 200 ribu. "Kami menggandeng Bank Mandiri dan kartu ini bisa diisi ulang serta berfungsi sebagaimana e-money," ujarnya.

    Ada pula merchandiseberupa sebuah air pump atau kompresor portabel kepada pelanggan. "Bisa dipakai untuk isi angin ban sekitar 2-3 psi, atau bisa digunakan di rumah untuk memompa bola, dan lainnya," ucapnya.

    Wicaksono berharap layanan purna jual ini membuat konsumen lebih tenang dan kebutuhan yang terkait dengan kendaraan tidak membuat shock para ibu. "Kalau saya ditelepon istri karena mobil yang dia kendarai bannya kempis misalnya, saya kan tinggal bilang, telepon derek saja biar dibantu mereka. Beres," ujarnya. Untuk mendapatkan manfaat dari program tersebut, Afrianti mengatakan, pelanggan mesti membeli paling sedikit dua unit ban baru Goodyear tipe konsumer apapun.

    RINI K

    Berita lainnya:
    Cita Rasa Rendang dalam Sepotong Pizza
    Anggun C Sasmi Cerita Penampilannya Diremehkan Lalu Melejit
    Pria yang Sering Naik Sepeda Motor Jarak Jauh Rentan Alami Infertilitas


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kebijakan Lockdown Merupakan Kewenangan Pemerintah Pusat

    Presiden Joko Widodo menegaskan kebijakan lockdown merupakan wewenang pusat. Lockdown adalah salah satu jenis karantina dalam Undang-undang.