Takut Pakai Sepatu Jinjit, Coba Dulu Tip Berikut

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi sepatu hak tinggi atau high heels. REUTERS/Toru Hanai

    Ilustrasi sepatu hak tinggi atau high heels. REUTERS/Toru Hanai

    TEMPO.CO, Jakarta - Banyak wanita yang terpaksa mengenakan sepatu berhak tinggi karena tuntutan pekerjaan. Padahal, mereka belum pernah memakainya atau tidak terbiasa. Memakai sepatu jinjit pada awalnya bisa sangat menyiksa dan butuh beberapa waktu untuk beradaptasi.

    Usaha bisa sangat sulit, diwarnai hal-hal tak mengenakan seperti hak sepatu patah, kaki lecet, atau kaki tertekuk ke samping ketika berjalan sehingga menyebabkan mata kaki terkilir. Kita merasa seperti bayi jerapah yang sedang belajar berjalan.

    Meski sulit untuk beradaptasi, jangan menyerah dan kembali menyimpan sepatu jinjit itu di lemari, dan kembali ke sepatu datar karena dianggap lebih nyaman. Cobalah terus dan mulailah dengan hal-hal berikut.

    1. Belajar berjalan
    Tak ada kata "pertama kali memakai sepatu jinjit", bahkan buat pemula. Menurut podiatris Suzanne Levine, saat melangkah, taruh setiap kaki pada posisi ujung belakang hak sepatu, baru daratkan jari-jari, dan langkah berikut dimulai dari jari.

    2. Lakukan pemanasan
    Mungkin kita merasa berjalan dengan stileto itu mirip berolahraga. Menurut Spine Health Institute di Amerika Serikat, memakai sepatu berhak tinggi bisa menyebabkan otot betis keram dan menonjol. Salah satu cara untuk menghindari kram dan rasa pegal, luangkan waktu untuk melakukan pemanasan seperti hendak berolahraga sebelum memakai sepatu jinjit. Satu menit pemanasan bisa mencegah betis sakit selama berjam-jam.

    3. Cobalah berdiri
    Sebelum mulai berjalan, cobalah dulu untuk berdiri tegak. Selain bisa mencegah nyeri betis, sakit pada punggung bagian bawah juga bisa dihindari. Maklum, kedua bagian tubuh itulah yang paling menderita ketika kita mengenakan sepatu jinjit.

    4. Latih kerangka tubuh
    Menurut podiatris Emily Splichal, salah satu cara untuk menjaga postur tubuh bila sering menggunakan sepatu berhak tinggi adalah dengan membuat kerangka tubuh lebih kokoh. Cara ini akan membuat tulang belakang tetap di posisi yang tepat dan juga memberi keseimbangan ketika berjalan dengan sepatu high heels. Cobalah berlatih pilates yang baik buat memperkuat kerangka tubuh.

    5. Pilih sol yang tepat
    Bila kita ingin menggunakan sepatu dengan hak tinggi dan tebal, hindari yang terbuat dari kayu atau plastik karena berat. Sol dari kulit atau karet karena lebih empuk dan enak dipakai.

    6. Berjalan perlahan
    Bila kita terbiasa berjalan cepat dengan langkah-langkah panjang saat menggunakan sepatu datar, lupakan dulu ketika memakai sepatu jinjit. Berjalanlan lebih perlahan dengan langkah-langkah pendek.

    7. Pilih ukuran yang pas
    Satu masalah besar yang sering dialami pemakai sepatu jinjit adalah kaki sakit akibat ukuran tidak pas. Sepatu harus cocok dengan panjang dan lebar kaki, dan bola telapak harus tepat berada di bagian terlebar sepatu.

    THELIST | PIPIT

    Artikel lain:
    Tanda-tanda Persahabatan Telah Usai, Apa Saja Itu
    Jam 'Tanggung' Bikin Mengantuk di Kantor, Kapan Itu Terjadi?
    Jangan Malu Pakai Bedak Bayi, Ternyata Banyak Manfaatnya


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Rapid Test, Swab, dan TB-TCM dalam Deteksi Virus Corona

    Ada tiga tes yang dapat dilakukan untuk mendeteksi virus corona di dalam tubuh, yaitu dengan Rapid Test, Swab, atau metode TB-TCM. Simak perbedaannya.