Tip Menanamkan Pemahaman agar Anak Tak Menyalahkan Orang Lain

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Travisagnew.org

    Travisagnew.org

    TEMPO.CO, Jakarta - Kebiasaan menyalahkan orang lain terjadi karena takut dimarahi atau malu akan kegagalan dan kesalahan yang telah dilakukan. Baik disadari maupun tidak, kebiasaan ini dimulai sejak dini dan jika tidak diatasi dengan baik, kebiasaan tersebut dapat terbawa hingga dewasa.

    Jangan anggap sepele jika anak memiliki kebiasaan menyalahkan orang lain. Sebaiknya tanamkan beberapa nilai berikut ini agar anak tidak membawa kebiasaan tersebut hingga dewasa, seperti dilansir laman Parents.

    - Tanamkan kejujuran
    Ajarkan pada anak bahwa semua orang tidak luput dari kesalahan dan ingatkan anak bahwa berbohong atau menyalahkan orang lain tidak akan menyelesaikan masalah. Berilah hukuman yang lebih ringan kepada anak jika ia mengakui kesalahannya dan puji anak bahwa ia telah jujur dan memilih bertanggung jawab atas kesalahannya.

    - Tanamkan nilai keberanian
    Selalu ajarkan pada anak bahwa mengakui kesalahan merupakan sebuah tindakan yang berani. Sedangkan tindakan menyalahkan orang lain merupakan tindakan seorang penakut. Anda bisa mengajarkan nilai ini kepada anak dengan mengakui kesalahan Anda kepada anak (kesalahan yang bisa memberi pelajaran kepada anak) dan hindari menyalahkan pasangan atau orang lain di depan anak.

    - Belajar dari kesalahan
    Ingatkan pada anak, meskipun melakukan kesalahan merupakan hal manusiawi, anak harus belajar dari kesalahan tersebut agar tidak mengulangi kesalahan untuk kedua kalinya.

    TABLOIDBINTANG



    Berita lainnya:
    Cara Mengajari Anak Berpakaian
    4 Cara Tanamkan Nilai Kebaikan pada Anak
    Pendidikan Anak, Ajak Diskusi, Bukan Menghakimi


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cegah Covid-19, Kenali Masker Kain, Bedah, N95, dan Respirator

    Seorang dokter spesialis paru RSUP Persahabatan membenarkan efektifitas masker untuk menangkal Covid-19. Tiap jenis masker memiliki karakter berbeda.