Bila Terserimpet Lidah Saat Bicara, Apa Risikonya?

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Chronicle.com

    Chronicle.com

    TEMPO.CO, Jakarta - "Duh, saya ngomong apa barusan?" Jika Anda pernah membatin demikian setelah berbicara, bisa jadi Anda mengalami sesuatu yang disebut “slip of the tongue” atau akrab dikenal sebagai “terserimpet lidah”.

    Terserimpet lidah, jika Anda mengatakan sesuatu yang tidak seharusnya dikatakan atau menjawab pertanyaan dengan jawaban yang tidak seharusnya. Dan Anda, dengan penuh kesadaran, mengetahui pasti apa yang baru saja dilakukan salah, bahkan fatal.

    “Atau dalam hal perilaku, seperti mengirim pesan singkat yang salah alamat –bukan kepada penerima yang seharusnya- atau yang memang ingin kita tuju,” ungkap Anggia Chrisanti, konselor dan terapis DEPTH (deep psych tapping technique) dari Biro Konsultasi Psikologi Westaria.

    Fatalnya, isi pesan singkat adalah sesuatu yang tidak seharusnya diketahui si penerima. Misalnya, gosip atau komentar pribadi yang terkait langsung dengannya. Termasuk dalam hal ini adalah SMS yang tidak salah alamat, hanya saja dengan penyusunan kalimat yang tidak tepat.

    “Ingat, bahasa pesan atau tulisan amat subyektif. Bisa menjadi tidak sama maksud antara yang mengirim dengan yang menerima,” ujar Anggia. “Terutama dalam dunia kerja, kejadian seperti ini rentan menimbulkan masalah,” tambahnya.

    Peringatan awal
    Ketika mulai sering salah ucap atau melakukan sesuatu yang tidak seharusnya dilakukan, sadarilah itu merupakan alarm bahwa alam bawah sadar kita mulai penuh dan semakin penuh. Hal-hal yang selama ini disimpan atau sengaja maupun tidak sengaja kita tutup rapat, akhirnya keluar dan terbuka begitu saja.

    Akibatnya fatal
    Tentu akibatnya akan sangat fatal ketika ternyata banyak hal “negatif” yang tersimpan di bawah sadar selama ini. Karena hal-hal itu akan keluar dalam bentuk, tempat, bahkan waktu yang tidak kita duga (blowing up), walau dengan trigger yang kecil.

    Waspadai lelah, lapar, dan mengantuk
    Trigger ini bisa merupakan hal-hal kecil dan tidak penting, bahkan tidak ada kaitannya, yaitu lelah, lapar, dan mengantuk. Ini tiga hal yang harus diwaspadai jika merasa banyak memiliki rahasia, karena apa yang berada di alam bawah sadar mudah terpicu dan terkuak dalam kondisi tersebut.

    Bersiap dengan konsekuensi
    Jika apa yang ditutup dan disembunyikan hanya suatu informasi atau keterangan atau hal apapun yang tidak boleh diketahui orang lain, maka risiko paling fatal ketika itu terbuka adalah terbuka pula rahasia kita. Tinggal tunggu saja reaksi yang akan terjadi dan bersiaplah atas segala konsekuensi.

    Kemungkinan terburuk
    Paling fatal dari kejadian ini adalah bahwa alam bawah sadar menyimpan lebih banyak kondisi psikis dan emosi negatif yang selama ini tidak pernah tuntas diselesaikan.

    Namun, sayangnya, semua “file” itu tersimpan rapi di dalam, bertumpuk sebanyak usia kita, dan tentu, ada kapasitas maksimumnya. Jika semula segala keluhan kondisi psikis atau masalah emosi ini kita simpan atau tutupi karena norma (dosa, tidak pantas, atau tidak boleh), maka ketika Anda bersikukuh untuk tidak menyelesaikannya, maka semuanya akan keluar dalam bentuk apapun, dengan waktu dan tempat yang tidak pernah diduga.

    Lebih fatal lagi karena dalam hal emosi, ini terkait dengan “satu folder” pengalaman, kejadian, dan beberapa orang di dalamnya. Artinya, kita harus siap dengan lebih banyak lagi hal yang tidak terduga.

    TABLOIDBINTANG

    Berita lainnya:
    Ini Gejala Kanker Kepala Leher
    Wajib Investasi 3 Fashion Item Ini Bagi Perempuan
    Ibu, Jangan Kekang Minatmu dengan Alasan Rumah Tangga


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Memberlakukan Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar

    Presiden Joko Widodo telah menandatangai PP No 21 Tahun 2020 yang mengatur pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar menghadapi virus corona.