Zara Dituduh Menjiplak, Heboh Hastag #BoycottZara  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Rumah Mode ZARA. Wikipedia.org

    Rumah Mode ZARA. Wikipedia.org

    TEMPO.CO, Jakarta - Rumah mode Zara dituduh menjiplak karya sejumlah desainer. Mengutip Huffington Post, sedikitnya 20 desainer mengklaim kalau pakaian rancangan mereka ditiru oleh sejumlah produk Zara. Tuduhan ini lantas memicu reaksi di dunia maya. Para fashionista yang juga aktif di media sosial mengancam untuk berhenti membeli produk Zara melalui tanda pagar (tagar) #BoycottZara.

    Tuduhan ini mencuat pada Rabu, 20 Juli 2016, ketika desainer Tuesday Bassen membagi sebuah foto di Instagram. Pada foto itu tertera pernyataan Zara yang menanggapi klaim hak cipta dari pengacara Bassen. Adapun desainer lain, Adam J. Kurtz, memutuskan membuat katalog contoh karya sejumlah desainer independen, termasuk dia, kemudian menunjukkan tiruan desain mereka di Zara. Ada 42 contoh desain, dan semuanya bisa dilihat di situs Shop Art Theft.

    Kepada The Huffington Post United Kingdom, Kurtz menginginkan Zara mengakui kesalahannya. “Ada 42 kasus dan jelas ini bukan kesalahan," katanya. "Perlakukan kami sebagai seniman, juga manusia dengan sedikit rasa hormat."

    Menurut Kurtz, para desainer layak mendapatkan kompensasi dari pekerjaan mereka. Kompensasi atau lisensi karya seni secara langsung dari desainer yang bersangkutan. “Kampanye brand tentang mendukung seniman independen justru menjadi kasus dugaan pelanggaran hak cipta,” ucap Kurtz.

    Sedangkan seorang juru bicara untuk Inditex, perusahaan yang memiliki Zara, mengatakan kepada Huffington Post United Kingdom bahwa pihaknya sangat menghormati kreativitas individu semua seniman dan desainer. "Mengambil semua klaim yang berhubungan dengan hak kekayaan intelektual pihak ketiga adalah masalah sangat serius," tulis pernyataan resmi perusahaan itu.

    Inditex segera menginvestigasi tuduhan penjiplakan ini dan menghentikan penjualan seluruh produk yang dituding meniru. Tim hukum Inditex juga membuka diri bagi para desainer atau seniman yang merasa hasil karya mereka disontek, kemudian mengklarifikasi semuanya.

    Meski menuding Zara menjiplak, Kurtz menyatakan tidak akan memboikot Zara. "Apakah produk yang hendak dibeli konsumen merupakan hasil jiplakan atau bukan, saya rasa itu bukan satu-satunya pertimbangan orang ketika berbelanja," katanya. Lagi pula, melalui situs Shop Art Theft miliknya, Kurtz merasa telah membantu konsumen yang benar-benar ingin membeli produk fashion yang asli. Selain memajang produk jiplakan lalu membandingkan dengan hasil karya seniman atau desainer aslinya, situs Shop Art Theft juga menunjukkan di mana konsumen bisa membeli produk dari perancang yang menciptakan.

    NIA PRATIWI

    Berita lainnya:
    5 Cara Siasati Pekerjaan di Akhir Pekan
    10 Barang yang Sering Dihanyutkan di Kloset
    Cara Sehat Menikmati Kopi, Tambahkan Minyak Kelapa


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Mereka Boleh Tetap Bekerja Saat DKI Jakarta Berstatus PSBB

    PSBB di Jakarta dilaksanakan selama empatbelas hari dan dapat diperpanjang. Meski demikian, ada juga beberapa bidang yang mendapat pengecualian.