Winona Ryder Ungkap Alasan Tetap Melajang  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Winona Ryder. John Shearer/Invision/AP

    Winona Ryder. John Shearer/Invision/AP

    TEMPO.CO, Jakarta - Rasanya, nyaris tak ada yang kurang dari Winona Ryder. Cantik, terkenal, dan banyak uang. Tapi, di usianya yang memasuki 45 tahun, aktris asal Minnesota, Amerika Serikat, itu tetap melajang.

    Dalam sebuah wawancara dengan Net-a-Porter's The Edit, Ryder mengungkapkan alasan menunda pernikahan. Yang jelas, alasannya bukan karena patah hati karena pertunangannya dengan aktor Johnny Depp gagal atau kapok setelah putus cinta dari aktor Matt Damon pada 2000.

    "Saya juga tidak tahu alasannya. Tapi saya lebih memilih untuk tidak menikah daripada kemudian sering bercerai. Saya tidak menganggap ada yang salah pada perceraian, tapi saya merasa tak sanggup melakukannya," kata perempuan yang dikenal lewat wajahnya yang imut-imut pada era 1990-an itu.

    Sejak 2011, Ryder menjalin asmara dengan desainer Scott Mackinlay Hahn. Bintang dalam film laris Bram Stoker's Dracula bersama Keanu Reeves itu mengaku bahagia dengan kisah cintanya saat ini.

    Aktris kelahiran 29 Oktober 1971 itu juga tidak keberatan dengan usianya yang makin bertambah dan tak takut terlihat tua. Ia belum tertarik untuk melakukan bedah plastik meski banyak orang sudah menunjuk-nunjuk keningnya yang mulai bergaris. Salah satu alasannya, ia takut disuntik. Karena wajahnya yang selalu terlihat muda itu, Ryder sering dipilih untuk peran-peran tertentu.

    "Saya sadar para aktris mengalami masa berat ketika usia mereka bertambah. Tapi saya tidak melihatnya sebagai hal buruk, bahkan bisa jadi menarik," ujar Ryder.

    PIPIT

    Berita lainnya:
    Fakta! Gampang Lupa Tak Terkait dengan Usia
    3 Cara Profesional Kendalikan Emosi Saat Bekerja
    Hai Wanita, Jangan Mengubah 5 Hal Ini demi Laki-laki


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.