5 Bumbu Dapur Super Sahabat Kesehatan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi cabai merah. TEMPO/Prima Mulia

    Ilustrasi cabai merah. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.COJakarta - Tak semua orang menyukai makanan pedas. Namun jenis-jenis bumbu dapur ini tak hanya akan membuat lidah kepedasan dan membuat makanan lebih lezat, tapi juga sangat baik untuk kesehatan, tak kalah dengan makanan super yang lebih nikmat.

    Para pakar gizi ternama mengklaim lima jenis rempah-rempah ini sebagai superspices. Manfaat mereka sangat beragam, mulai untuk kesehatan otak, menyehatkan pencernaan, sampai menurunkan berat badan.

    1. Kayu manis
    Sangat baik buat kesehatan otak menurut Journal of Neuroimmune Pharmacology.

    2. Kunyit
    Disebut juga sebagai painkiller alami karena kemampuannya meredakan rasa sakit. Taburkan bubuk kunyit pada luka untuk mempercepat proses penyembuhan. Kunyit juga mengandung curcumin, sejenis antioksidan yang bisa mencegah peradangan dan bisa membantu mengatasi radang sendi sampai sakit gigi.

    3. Jahe
    Jahe adalah sahabat buat perut dan memiliki kekuatan untuk menyembuhkan. Jahe baik buat pencernaan dan bisa membantu menyembuhkan sakit perut. Bahkan dapat membantu wanita yang sedang hamil muda dan mereka yang sedang bepergian untuk meredakan mual-mual. Jahe juga bisa membuat kulit dan rambut terlihat berkilau.

    4. Saffron
    Banyak ditemukan di Asia barat daya atau Timur Tengah dan sudah lama digunakan sebagai obat oleh bangsa Persia, biasanya ditambahkan pada teh atau nasi. Rempah yang berbentuk batang-batang kecil itu bahkan dianggap lebih berharga daripada emas dan membantu meningkatkan produksi serotonin, hormon yang baik buat otak.

    5. Cabai merah
    Sangat baik untuk memerangi obesitas berkat kandungan capsaicin yang mampu membantu metabolisme dan meningkatkan kemampuan tubuh dalam membakar lemak.

    DAILYMAIL | PIPIT


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 283 Jenazah Dikuburkan dengan SOP Covid-19 di DKI Jakarta

    Anies Baswedan menyebut Dinas Kehutanan dan Pertamanan telah mengubur 283 jenazah dengan SOP Covid-19. Jumlah penguburan melonjak pada Maret 2020.