Habis PHK Timbul Sejahtera  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi seseorang di-PHK. shutterstock.com

    Ilustrasi seseorang di-PHK. shutterstock.com

    TEMPO.COJakarta - Gelombang pemutusan hubungan kerja datang bertubi-tubi pada awal tahun ini. Setelah Panasonic Lighting, Toshiba Consumer Products Indonesia, Ford Motor Indonesia, sampai Chevron Pasific Indonesia. Badai pemecatan menerpa sekitar 3.000 orang. 

    Ngeri, memang. Namun, ketimbang meratapi nasib, ada baiknya kita mencari celah kesempatan. David Sutyanto, pakar investasi dari First Asia Capital, mengatakan kunci kesinambungan ekonomi mantan buruh itu ada di pesangon.

    Jika seseorang telah bekerja minimal tiga tahun, berdasarkan Undang-Undang Ketenagakerjaan Nomor 13 Tahun 2003, dia berhak atas pesangon minimal empat kali upah dan uang penghargaan dua kali upah. Artinya, dengan gaji Rp 5 juta per bulan, total pesangonnya mencapai Rp 30 juta. Lantas bagaimana mengelolanya?

    Pertama, menurut David, kita harus merinci hal-hal apa saja yang menjadi kebutuhan primer. Hajat sekolah anak tentu masuk kategori ini beserta tagihan bulanan lainnya. Minimal, uang perpisahan tersebut bisa menutupi kebutuhan primer selama tiga bulan. "Setelah itu baru dipakai investasi atau diputar lagi jadi modal usaha," katanya.

    Melanjutkan simulasi di atas, andai kebutuhan primer tiga bulan pasca-PHK sebesar Rp 10 juta, masih ada Rp 20 juta yang dapat diinvestasikan. Menurut David, investasi yang tepat adalah deposito. "Deposito memiliki risiko yang lebih rendah," ujarnya. Meski demikian, deposito tak menawarkan keuntungan yang lebih banyak daripada reksadana atau obligasi. 

    David mengatakan tak ada salahnya mencoba reksadana atau obligasi. Dengan catatan harus betul-betul tahu bagaimana cara bekerja pasar uang. Saham menawarkan keuntungan lebih tinggi ketimbang instrumen investasi lain tapi risikonya sangat tinggi. "Harus benar-benar mempelajari bagaimana pasar bekerja," kata pria ekonom dari Institut Pertanian Bogor ini.

    Menurut David, berinvestasi akan lebih mudah jika tak ada biaya anak. Sebab, alokasi dana untuk investasi jadi lebih besar. "Kalau masih ada tanggungan, lebih baik mencari pekerjaan baru secepatnya sambil tetap berinvestasi dan membuka usaha," ucapnya. Sebaiknya, mulai dari usaha kecil.

    Kita juga bisa meniru cara Ida Rusmianti, 45 tahun, yang meraih sukses setelah dipecat dari kantornya. Saat menerima surat pemutusan hubungan kerja enam tahun silam, dia sempat frustrasi. Dia membawa pesangon Rp 28 juta plus ijazah Sekolah Menengah Atas-nya ke rumah mertua di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Pesangonnya dia habiskan untuk membuka warteg berukuran 4x5 meter di teras. "Sisanya ditabung untuk jaga-jaga kalau warung sepi," ujarnya.

    Ternyata, hasilnya lumayan. Di bulan pertama, Ida untung Rp 2 juta. Makin lama, labanya makin tebal. Warteg-nya pun makin lebar. Kini, dengan jam operasional mulai pukul 7 sampai 23, pemasukan per harinya mencapai Rp 5 juta. "Yang penting disiplin dan rajin, PHK jangan terus malas-malasan mentang-mentang ada uang pesangon," katanya.

    Berikut ini contoh usaha bermodal kurang dari Rp 10 juta.

    1. Camilan
    Makanan ringan, seperti kue cubit, donat kentang, dan pukis tidak ada matinya. Cukup dengan dua meja, tiga bangku, berikut perlengkapan memasaknya, usaha ini sudah dapat dimulai. Perkiraan modal tak mencapai Rp 5 juta. 
    Kita juga bisa membeli waralaba. Selain sudah memiliki nama—minimal dikenal mereknya—kita tak perlu susah mencari-cari takaran dan rasa yang digemari konsumen. Hanya saja, membeli franchise membutuhkan modal sekitar Rp 10 juta.

    2. Minuman
    Warga kota-kota pantai Indonesia, yang suhunya mencapai 34 derajat Celsius, pasti membutuhkan minuman dingin. Entah jus buah, cendol, dawet, doger, atau cincau. Keuntungan usaha ini adalah bahan baku mudah didapat. Bingung meraciknya? Tinggal tanya Mbah Google. Sama seperti di atas, kita bisa juga membeli franchise.

    3. Warteg
    Apabila rumah berada di lokasi strategis, warung nasi ala Tegal bisa jadi pilihan. Kita cukup memanfaatkan teras atau garasi untuk ruang saji. Kalau bisa, kompor, piring, gelas, dan lain-lain juga memakai yang ada. Modal terbesar sebatas membeli etalase untuk memajang sajian.

    4. Toko online
    Ini adalah jenis usaha yang paling diminati. Sebab, modalnya hanya komputer—bisa juga telepon seluler—dan koneksi Internet, yang hampir pasti sudah kita miliki. Sehingga, kita bisa mencurahkan modal dan perhatian untuk mencari produk dan memasarkannya. Lapak dalam jaringan hampir tidak terbatas. Mau cari busana, barang kerajinan, onderdil mobil, jeroan komputer, sampai binatang peliharaan, semua ada.

    DINI PRAMITA | SG WIBISONO



  • PHK
  •  

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    ODP dan Isolasi Mandiri untuk Pemudik saat Wabah Virus Corona

    Tak ada larangan resmi untuk mudik saat wabah virus corona, namun pemudik akan berstatus Orang Dalam Pemantauan dan wajib melakukan isolasi mandiri.