8 Hal Ini Sangat Membosankan di Acara Pernikahan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi pernikahan. Chris Jackson/Getty Images

    Ilustrasi pernikahan. Chris Jackson/Getty Images

    TEMPO.COJakarta - Mungkin banyak di antara kita yang datang ke resepsi pernikahan dan merasa bosan karena banyaknya acara yang menyita waktu dan berjalan lamban. Yang lebih menjengkelkan bila para tamu harus berdiri, aneka makanan belum bisa dicicipi, dan harus mendengarkan aneka pidato dan pengantar yang membuat mengantuk.

    Berikut ini beberapa hal yang membuat orang merasa bosan berada di acara pernikahan dan mungkin bisa dihindari oleh mereka yang berencana untuk menggelar resepsi pernikahan sehingga para tamu bisa lebih senang.

    1. Tarian yang banyak atau lama
    Banyak resepsi pernikahan yang menampilkan tarian tradisional, kadang beberapa jenis atau satu tarian yang memakan waktu cukup lama. Padahal tidak semua tamu menikmatinya.

    2. Tampilan di layar
    Tak jarang resepsi pernikahan menampilkan cerita-cerita soal latar belakang kedua mempelai lewat layar atau slideshow. Para hadirin mungkin masih menaruh perhatian pada 1-2 menit awal, tapi bila pertunjukan terlalu lama, mereka mungkin tidak peduli lagi dan sibuk dengan aktivitas sendiri, seperti mengobrol atau bermain ponsel.

    3. Pidato tanpa ujung
    Pidato singkat saja kadang membuat orang malas mendengarkan, apalagi yang panjang. Kadang pidato atau komentar diberikan oleh beberapa orang sehingga rasanya seperti tiada habisnya.

    4. Waktu memotong kue yang tidak pas
    Tak jarang waktu memotong kue pengantin yang dilakukan oleh kedua mempelai tidak tepat, misalnya di tengah-tengah acara ketika para tamu sedang asyik makan sehingga tidak ada yang memperhatikan momen tersebut.

    5. Pilihan musik yang payah
    Musik yang dimainkan kurang variatif sehingga membuat suasana hati juga tidak nyaman. Misalnya, memainkan musik-musik dari era 1970-an, 1980-an, lagu-lagu tradisional, atau jenis musik tertentu secara terus-menerus.

    6. Antrean panjang
    Kita ingin bersalaman dengan kedua mempelai dan harus mengantre luar biasa panjang. Antrean panjang juga kerap terjadi ketika ingin mengambil makanan.

    7. Jeda yang lama antara upacara dan resepsi
    Banyak orang yang lebih senang bila upacara atau acara agama pernikahan tidak berjauhan waktunya dengan resepsi karena tak jarang orang datang di kedua acara tersebut meski banyak pula yang datang hanya di salah satunya.

    8. Pengantar yang panjang
    Sama seperti pidato, kata pengantar yang panjang dan bertele-tele pada saat upacara bisa membuat para tamu bosan setengah mati.

    THEHUFFINGTONPOST | PIPIT


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 283 Jenazah Dikuburkan dengan SOP Covid-19 di DKI Jakarta

    Anies Baswedan menyebut Dinas Kehutanan dan Pertamanan telah mengubur 283 jenazah dengan SOP Covid-19. Jumlah penguburan melonjak pada Maret 2020.