5 Trik Agar Presentasi Kerja Jadi Menarik  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • google

    google

    TEMPO.CO, Jakarta - Mempersiapkan presentasi tak jarang membuat seseorang kewalahan. Tantangannya adalah bagaimana caranya agar seluruh materi bisa disampaikan dengan jelas, tapi tidak membosankan bagi para pendengarnya.

    Untuk Anda yang merasa kesulitan mempersiapkan presentasi, pemenang 2014 Toastmasters International World Champion of Public Speaking, Dananjaya Hettiarachchi, membagikan lima langkah mempersiapkan presentasi, seperti berikut ini.

    1. Mulai presentasi dengan pesan

    Anda harus mampu menuliskan pesan dari presentasi Anda dalam atau kurang dari sepuluh kata. Menurut Hettiarachchi, terdapat dua cara mengembangkan pidato. Yang pertama adalah dengan menulisnya dalam bentuk esai dan berlatih membacakan esai tersebut hingga Anda hafal.

    Cara kedua, merumuskan ide di dalam pikiran hingga Anda bisa menuliskannya. Biasanya Hettiarachchi akan mulai berbicara secara spontan dengan berfokus pada pesannya. Hettiarachchi akan merekam, mendengarkannya kembali, dan membuat catatan tentang bagian yang perlu ia perbaiki.

    2. Buat judul yang menarik

    Hettiarachchi menyarankan untuk membuat judul yang menimbulkan rasa ingin tahu para pendengarnya. Salah satu judul yang pernah ia buat dan memenangkan kompetisi Toastmasters adalah I See Something.

    3. Gaet pendengar dalam 45 detik pertama

    Anda perlu memulai presentasi dengan rasa percaya diri dan langsung masuk ke pesan yang ingin disampaikan. Hettiarachchi selalu melatih dirinya untuk mendapatkan perhatian para pendengarnya pada 45 detik pertama. Ia selalu menempatkan dirinya sebagai pendengar yang tidak berniat untuk mendengarkan sebuah presentasi.

    4. Susun presentasi dalam poin-poin

    Presentasi yang baik, menurut Hettiarachchi, adalah presentasi yang dapat memberikan manfaat bagi para pendengarnya. Semakin besar jumlah pendengar, seharusnya sebuah presentasi semakin sederhana. Agar sebuah presentasi dapat berjalan efektif, ia mengatakan, harus terbangun koneksi antara pembicara dan setiap orang yang mendengarkannya. Untuk poin-poin dalam sebuah presentasi, sebaiknya tidak melebihi lima poin. Menurut Hettiarachchi, tiga poin adalah angka yang ideal dalam menyampaikan sebuah pesan.

    5. Ciptakan penekanan pada akhir presentasi

    Para pendengar memiliki kecenderungan untuk mengingat bagian akhir sebuah presentasi. "Ketika Anda sampai pada puncak presentasi Anda, berhentilah secara tiba-tiba sehingga orang akan mengingatnya dan membuat para pendengar menginginkan sesuatu yang lebih dari presentasi Anda," kata Hettiarachchi.

    TABLOIDBINTANG

    Berita lainnya:
    Pembantu Mudik, Saatnya Melatih Sikap Mandiri Anak
    7 Mitos Keliru Mengenai Dada Kencang dan Kendur
    Waspadalah, Lima Jenis Kanker Ini Sulit Dideteksi


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.