4 Posisi Bercinta yang Bisa Membakar Kalori Tubuh  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi seks. queen.gr

    Ilustrasi seks. queen.gr

    TEMPO.COJakarta - Bicara soal kegiatan bercinta bukan sekadar soal orgasme. Tanpa disadari, bercinta juga ternyata merupakan olahraga yang dapat membakar kalori dalam tubuh Anda dan pasangan.

    Paling tidak, ada empat posisi utama yang sangat berpengaruh terhadap pengurangan kalori.

    1. Perempuan di atas (women on top)

    Posisi ini juga dikenal sebagai “wanita koboi”. Sangat bagus melatih kekuatan otot paha depan wanita.

    Posisi ini juga memberi tekanan pada otot panggul jika posisi bertumpu pada telapak dan perempuan bekerja lebih keras.

    2. Gaya lumba-lumba

    Untuk posisi ini, perempuan berada di bawah pria dalam kondisi berbaring dan bertumpu pada lutut. Pria merengkuh dan melengkungkan pinggang wanita.

    Posisi ini seperti halnya aerobik dan menekan otot paha serta pinggul. Dan yang paling penting, ini adalah posisi yang bagus untuk menyentuh G-spot.

     3. Push-up

    Untuk posisi satu ini, tentu prialah yang paling banyak berperan aktif. Tapi jangan khawatir, semestinya posisi ini juga bisa diimbangi kalau wanita mau sedikit berusaha.

    Angkat pinggul sedikit dan tahan dalam posisi itu, sementara tangan memegang sebagai tumpuan atau menggunakan siku di tempat datar.

    Cara lain dalam posisi ini bisa dengan mengaitkan kedua kaki ke tubuh pasangan. Posisi ini bagus untuk mengencangkan otot lengan dan perut.

    4. Posisi koboi terbalik

    Pada posisi yang satu ini, wanita tetap berada di atas, tapi tidak berhadapan dengan pasangan, melainkan membelakanginya.

    Gerak memantul yang biasanya dilakukan dalam posisi ini menjaga keseimbangan dengan sedikit rumit, sehingga Anda menggunakan semua otot inti agar tetap tegak.

    TABLOIDBINTANG

    Berita lainnya:
    Nikmatnya Nasi Goreng Incaran Wisatawan Asing di Magelang
    Bulan Puasa, Pasutri Wajib Hindari Makanan Ini
    Hindari Kebiasaan Buruk di Depan Anak


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Arti Bilangan R(0) dan R(t) untuk Menerapkan New Normal

    Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Suharso Monoarfa mengatakan bahwa suatu daerah dapat melaksanakan New Normal bila memenuhi indikator R(0).