Cara Membedakan Lupa Biasa dengan Lupa Demensia

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi. elderlyjournal.com

    Ilustrasi. elderlyjournal.com

    TEMPO.COJakarta - Bagi sebagian orang, masalah ingat-mengingat terkadang menjadi sangat sulit. Terutama untuk manula atau orang yang berada di pertengahan usia 50 tahun. Salah satu lupa yang sering dialami adalah lupa meletakkan beberapa barang kecil, seperti kunci rumah, kunci mobil, atau bahkan dompet.

    “Defisit memori terjadi dalam proses penuaan normal. Karena itu, penting untuk menjaga otak sehat dan aktif dengan tetap aktif secara fisik, menjalani pola makan yang sehat, serta berpartisipasi dalam permainan dan aktivitas yang merangsang kesehatan mental,” ujar Dana Toronto, Direktur Pelayanan Lembaga Alzheimer di Amerika Serikat, seperti yang dikutip dari TheAdvocate.com, Senin, 20 Juni 2016.

    Menurut Dana, penting mengetahui perbedaan serta penyebab lupa biasa dengan lupa yang disebabkan penyakit demensia dan Alzheimer. Beberapa gejala yang patut diwaspadai misalnya lupa nama benda di sekitar atau nama orang terdekat yang sudah lama dikenal. Jenis lupa akan menjadi wajar bila dialami dengan intensitas yang tidak terlalu sering. Tapi, bagi sebagian orang, lupa akan menjadi intensitas yang sering dialami apabila memiliki beberapa penyakit, seperti tiroid, gejala stroke, hipertensi, dan kekurangan vitamin B12.

    Sebagian orang juga mengalami lupa karena tekanan yang dialami. Biasanya jenis lupa seperti ini hanya berlangsung sebentar dan akan hilang gejalanya setelah diobati. Misalnya seorang pasien tiroid kembali normal ingatannya bila penyakit tiroidnya diobati. Namun gejala lupa yang disebabkan penyakit demensia dan Alzheimer berdampak panjang bagi penderitanya. Sebab, beberapa memori dapat hilang secara permanen dan sulit bagi penderita mengenali keadaan di sekitarnya.

    ADVERTISEMENT

    Ada beberapa penyebab yang mengakibatkan lupa demensia dan Alzheimer. Salah satunya konsumsi obat-obatan tertentu, seperti antihistamin, antidepresan, anti-Parkinson, penenang, obat anti-kecemasan, obat kardiovaskuler, antikonvulsan, kortikosteroid, dan narkotik.

    THE ADVOCATE | CHETA NILAWATY

    Baca juga:
    Gula Tetap Lebih Baik daripada Pemanis Buatan
    Rencanakan Makan Sehat buat Seluruh Keluarga  
    Sedih? Menangislah Sepuasnya, Lepaskan Semua  


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PPKM Level 4 dan 3 di Jawa dan Bali, Ada 33 Wilayah Turun Tingkat

    Penerapan PPKM Level 4 terjadi di 95 Kabupaten/Kota di Jawa-Bali dan level 3 berlaku di 33 wilayah sisanya. Simak aturan lengkap dua level tadi...