Tinggal di Sekitar Bandara Berisiko Tekanan Darah Tinggi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • ANTARA/Ismar Patrizki

    ANTARA/Ismar Patrizki

    TEMPO.COJakarta - Berhati-hatilah mereka yang tinggal di sekitar bandara. Suara bising pesawat yang lalu lalang dalam jarak dekat sangat buruk pengaruhnya buat kesehatan.

    Berdasarkan hasil riset terbaru, pengaruh suara bising pesawat untuk jangka waktu yang lama bisa meningkatkan risiko terkena serangan jantung. Apalagi lalu lintas udara kini makin padat dengan makin seringnya pesawat hilir mudik. 

    Para peneliti di Polandia menemukan kaitan antara suara pesawat dan tekanan darah tinggi serta pengaruhnya ke jantung. Para peneliti di Krakow itu menyelidiki bagaimana suara nyaring pesawat bisa mempengaruhi kesehatan orang-orang yang tinggal di sekitar bandara.

    Penelitian dilakukan terhadap 200 orang dewasa berumur 44-60 tahun dan telah tinggal selama lebih dari tiga tahun di daerah yang jauh dan dekat dengan bandara. Hasilnya, separuh dari obyek penelitian tersebut terekspos suara lebih dari 60 desibel (dB) suara pesawat, setara dengan suara orang mengobrol di restoran. Sisanya, hanya terpengaruh kurang dari 55 dB.

    Para peneliti itu kemudian mencocokkan hasil dari dua grup yang berbeda itu berdasarkan jenis kelamin, umur, dan berapa lama tinggal di area tersebut. Tekanan darah mereka juga diperiksa.

    Hasilnya, 4 dari 10 orang yang tinggal di kawasan dengan suara pesawat yang sangat bising memiliki tekanan darah yang lebih tinggi dibanding mereka yang tak terganggu suara pesawat. 

    Banyak dari yang tinggal dekat bandara tersebut juga memiliki sisi kiri jantung yang lebih besar, bagian yang bertanggung jawab untuk memompa darah. Itu menandakan orang tersebut bermasalah dengan tekanan darah yang tinggi.

    Polandia membatasi suara pesawat yang boleh terdengar di tempat-tempat penting. Di area sekolah dan rumah sakit, suara tak boleh lebih dari 55 dB dan tempat lain tak lebih dari 60 dB.

    DAILYMAIL | PIPIT


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Untung Buntung Status Lockdown akibat Wabah Virus Corona

    Presiden Joko Widodo berharap pemerintahannya memiliki visi dan kebijakan yang sama terkait Covid-19. Termasuk dampak lockdown pada sosial ekonomi.