Pencemaran Udara Memperburuk Penyakit Lupus pada Anak-anak  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi anak-anak terkena polusi udara. theguardian.com

    Ilustrasi anak-anak terkena polusi udara. theguardian.com

    TEMPO.COJakarta - Saat ini tingkat pencemaran udara di dunia semakin meningkat. Tidak hanya mempengaruhi kesehatan orang dewasa, tapi juga memperburuk kondisi kesehatan anak-anak.

    Paparan polusi udara dapat memperburuk kondisi anak yang mengidap penyakit rematik. Penyakit rematik di sini di antaranya lupus. Paparan polusi ini juga memicu peradangan pada saluran pernapasan. 

    Systemic Lupus Erythematosus (SLE) atau lupus adalah penyakit di mana sistem kekebalan tubuh (imun) malah menyerang sel-sel, jaringan, dan organ sehat tubuh itu sendiri sehingga menimbulkan peradangan kronis.

    Lupus dapat mempengaruhi sistem tubuh. Selain mempengaruhi kulit dan sendi, lupus dapat mempengaruhi organ tubuh yang lain, seperti ginjal, paru-paru, jantung, dan otak. Menurut American College of Rheumatology, tanda-tanda penyakit ini kebanyakan pasien merasa lelah dan memiliki ruam, sakit dan pembengkakan pada sendi (artritis), sakit kepala, juga demam.

    Penelitian yang dilakukan University of Sao Paulo, Brasil, menunjukkan ada hubungan antara polusi udara dan lupus. Lupus tidak hanya menyerang orang dewasa, tapi juga anak-anak. Pencemaran udara memperburuk kondisi penderita lupus, terutama pada anak-anak.

    "Temuan kami menunjukkan bahwa polusi udara tidak hanya meningkatkan insiden dan prevalensi penyakit kronis paru-paru dan infeksi saluran pernapasan akut, kanker paru-paru, penyakit jantung, dan stroke, tapi juga merupakan faktor penyumbang penting dalam penyakit rematik masa kanak-kanak, seperti lupus," kata Maria Fernanda Goulart dari University of Sao Paulo, Brasil.

    TIMES OF INDIA | DINA ANDRIANI 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Untung Buntung Status Lockdown akibat Wabah Virus Corona

    Presiden Joko Widodo berharap pemerintahannya memiliki visi dan kebijakan yang sama terkait Covid-19. Termasuk dampak lockdown pada sosial ekonomi.