Sarapan Lebih Banyak Baik buat Turunkan Berat Badan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sxc.hu

    Sxc.hu

    TEMPO.CO, Jakarta - Ingin berat badan terjaga atau bahkan turun? Cobalah tambah porsi sarapan, kalau perlu hingga dua kali lipat. Makan banyak pada pagi hari bisa memberi efek berhenti mengemil sehingga baik untuk berat badan.

    Menurut penelitian yang dilakukan tim dari Universitas Connecticut di Amerika Serikat, sarapan dengan porsi dua kali lipat justru baik untuk kesehatan. Awali dengan makanan yang tidak berat untuk merangsang metabolisme, lalu lanjutkan dengan menu yang lebih besar, yang akan membuat perut tetap kenyang sampai waktunya makan siang.

    Tapi, tak semua pakar setuju dengan porsi sarapan dua kali lipat tersebut. Menurut pakar diet Gabrielle Maston dari Sydney, Australia, sulit buat banyak orang untuk makan dalam porsi besar, apalagi saat baru bangun tidur.

    "Mungkin lebih baik bila berolahraga sedikit pada pagi hari sebelum makan. Konsumsi makanan kecil setelah bangun, seperti susu kocok, yogurt, buah, atau kacang-kacangan. Setelah itu baru makan sesuatu dengan protein lebih tinggi dan bisa membuat kenyang," kata Maston kepada Daily Mail.

    Penelitian yang dilakukan tim Universitas Connecticut menemukan fakta bahwa anak-anak yang jarang sarapan justru cenderung lebih gemuk dibanding mereka yang sarapan banyak. Namun Maston mengingatkan agar orang tidak salah mengerti soal sarapan dua kali lipat.

    "Melipatgandakan sarapan baik buat mereka yang ingin menurunkan berat badan karena akan membuat mereka berhenti mengemil sepanjang pagi sampai waktu makan siang, tapi tetap harus dilakukan dengan hati-hati," ujar Maston.

    "Camilan memang dibuat sebagai makanan sambilan yang tak akan membuat kenyang. Menu sarapan yang normal harus mengandung protein tinggi. Telur, bubur, dan alpukat bisa membuat terus kenyang sampai siang," tuturnya.

    PIPIT


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 283 Jenazah Dikuburkan dengan SOP Covid-19 di DKI Jakarta

    Anies Baswedan menyebut Dinas Kehutanan dan Pertamanan telah mengubur 283 jenazah dengan SOP Covid-19. Jumlah penguburan melonjak pada Maret 2020.