Misi Siswaningtyas Tri Nugraheni Menyuarakan Orang Rimba

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Siswaningtyas Tri Nugraheni. Foto: dok.pribadi

    Siswaningtyas Tri Nugraheni. Foto: dok.pribadi

    TEMPO.CO, Jakarta - Mengarungi sungai berarus deras, hidup berminggu-minggu tanpa sinyal, trekking berjam-jam di hutan hingga tersesat di belantara sudah jadi hal biasa bagi Siswaningtyas Tri Nugraheni. Sejak memutuskan berkecimpung di Komunitas Konservasi Indonesia Warsi pada 2008, Tyas –begitu sapaan akrabnya– harus membiasakan diri bertahan di alam liar.

    Selama 7 tahun lebih, ia bolak-balik masuk-keluar hutan demi menjangkau suku-suku yang hidup di pedalaman, seperti Orang Rimba di Jambi dan Dayak di Kalimantan. “Awalnya saya cuma mau coba setahun, tapi terasa setengah-setengah hingga akhirnya lanjut terus sampai sekarang,” kata perempuan asal Jepara ini.

    Lulus dari jurusan Sosiologi Universitas Jenderal Soedirman pada 2006, Tyas sempat mencicipi kerja kantoran di sebuah penerbitan. Rupanya, ia tak betah. Tyas justru menemukan passion-nya di hutan. Meski sempat ditentang orang tua, Tyas pelan-pelan meyakinkan keluarga dengan membuktikan bahwa ia bisa menjaga diri dengan baik dan membuat perubahan.

    Misi yang diemban perempuan kelahiran 1981 ini adalah memberdayakan penduduk asli sekitar kawasan taman nasional untuk merawat lingkungan. Orang Rimba, misalnya, yang diberi tempat di Taman Nasional Bukit Duabelas, Jambi, sebelumnya masih bertahan dengan pola hidup berburu dan mencari rotan. Padahal lahan mereka kian sempit karena dikepung perkebunan sawit. Tyas dan timnya, yang sebagian besar laki-laki, mengedukasi Orang Rimba untuk mengelola lahan, juga mengadvokasi agar perusahaan sawit tak merebut lahan itu.

    Buah perjuangan Tyas adalah adanya zonasi lahan yang jelas di sekitar taman nasional. Selain itu, Orang Rimba dan masyarakat pendatang kini telah hidup berdampingan dan bekerja sama mengelola lahan. Tuntas pekerjaan di Jambi, sejak 9 bulan lalu, Tyas ditugaskan ke perbatasan Kalimantan untuk bekerja dengan suku Dayak. Kini ia menjadi ketua tim. “Anggota saya semua laki-laki, lho,” ucapnya sambil tertawa.

    MOYANG KASIH DEWIMERDEKA

    Berita lainnya:
    Tip Agar Cepat Dapat Pekerjaan
    Anda Stres atau Tidak, Kenali Gejala Berikut
    Dikhianati? Begini Balas Dendam Berdasarkan Zodiak


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.