Tip Menyimpan Sikat Gigi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pada pameran CES 2013 terdapat sebuah sikat gigi yang unik, yaitu Singing Toothbrushes. Sikat gigi ini merupakan sikat gigi bagi anak-anak dan orang dewasa yang mampu mengeluarkan lagu di saat menyikat gigi. telegraph.co.uk

    Pada pameran CES 2013 terdapat sebuah sikat gigi yang unik, yaitu Singing Toothbrushes. Sikat gigi ini merupakan sikat gigi bagi anak-anak dan orang dewasa yang mampu mengeluarkan lagu di saat menyikat gigi. telegraph.co.uk

    TEMPO.CO, Jakarta - Sikat gigi berpotensi menjadi sarang bakteri dan kuman berbahaya. Kita sering kali tidak memperhatikan cara menyimpan sikat gigi yang digunakan. Sikat gigi kerap diletakkan di dekat wastafel, digantung di rak dinding kamar mandi, atau diletakkan begitu saja di sembarang tempat.

    Ternyata menyimpannya tidak boleh sembarangan karena bisa saja bakteri jahat berkumpul di sikat gigi sehingga berbahaya bagi kesehatan gigi.

    Bakteri yang menempel pada sikat gigi tidak hanya berasal dari toilet atau kamar mandi, tapi juga lingkungan lain apabila disimpan di dalam tas, loker, tas kosmetik, atau koper.

    Dokter Gigi Oktri Manessa dari Oktri Manessa Dental Care (OMDC) mengatakan sikat gigi harus diletakkan jauh dari toilet. Menurut dia, bakteri jahat dari toilet akan mudah berpindah ke sikat gigi walaupun tidak terlihat secara kasatmata.

    “Sebaiknya diletakkan jauh dari toilet. Jangan disimpan di tempat yang lembap,” katanya melalui akun Instagram @drg_oktrimanessa.

    Selain jangan disimpan di tempat yang lembap, dia menyarankan agar setelah menyikat gigi bilas sikat gigi sampai bersih dan jangan sampai meninggalkan bekas pasta gigi atau kotoran di sikat gigi. Sikat gigi juga harus diletakkan dengan posisi kepala sikat gigi di atas atau dalam keadaan berdiri.

    “Jangan lupa rutin mengganti sikat gigi. Minimal tiga bulan sekali,” ucapnya.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.