Menghalau Datangnya Alergi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • LIVESCIENCE

    LIVESCIENCE

    TEMPO.CO - Alergi adalah gangguan yang bersifat genetis. Risiko alergi pada anak akan ada jika kedua orang tuanya juga menderita alergi. Namun tidak semua anak yang memiliki bawaan alergi pasti menderita alergi. Setiap alergi pasti memiliki pencetus.

    Alergi sebenarnya reaksi dari kekebalan tubuh yang berlebihan. Kondisi ini tidak muncul tiba-tiba, ada pemicunya. Sebuah zat alergen—pemicu alergi—yang masuk ke tubuh orang dengan alergi untuk pertama kali tidak akan menimbulkan reaksi apa pun. Reaksi alergi akan muncul bila tubuh terpapar zat alergen terus-menerus.

    Beberapa pencetus yang paling sering menimbulkan reaksi alergi adalah makanan, debu, dan obat-obatan. Selain itu, ada beberapa zat, seperti susu sapi, putih telur, kuning telur, daging ayam boiler, kacang tanah, ikan laut, kepiting, udang kecil, cokelat, serta bahan tambahan pada makanan, seperti bumbu, pengawet (benzoat), penyedap rasa, dan pewarna (tartrazine). Alergen juga bisa berasal dari faktor lingkungan, misalnya debu, asap rokok, bulu unggas, bulu anjing, dan bulu kucing.

    Berikut ini beberapa cara mencegah timbulnya alergi.
    • Mengetahui kandungan makanan atau minuman dengan jelas sebelum Anda memilihnya.
    • Hindari makanan yang mengundang alergi.
    • Hindari alergen, zat pemicu alergi. Misalnya debu, asap rokok, bulu unggas, dan bulu anjing.
    • Ibu hamil dan menyusui jangan berdiet.
    • Hindari paparan asap rokok selama kehamilan dan selama anak berusia balita.
    • Berikan ASI kepada bayi. ASI adalah asupan terbaik bagi bayi untuk mencegah alergi.
    • Kenalkan makanan padat kepada bayi pada saat yang tepat, yakni usia 6 bulan. Terlalu cepat (sebelum 3 bulan) atau terlalu lambat (lebih dari 6 bulan) memberikan makanan padat bisa meningkatkan risiko terkena eksem pada bayi.
    • Selalu menjaga kebersihan rumah dan lingkungan.
    • Konsultasikan kepada ahli gizi untuk menyusun menu yang cocok dan seimbang.

    WEBMD | ALLERGY | KORAN TEMPO | DINA ANDRIANI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Rapid Test, Swab, dan TB-TCM dalam Deteksi Virus Corona

    Ada tiga tes yang dapat dilakukan untuk mendeteksi virus corona di dalam tubuh, yaitu dengan Rapid Test, Swab, atau metode TB-TCM. Simak perbedaannya.