Mau Coba? Obati Jerawat dengan Krim Ruam Popok  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi masker wajah. beautifullearth.com

    Ilustrasi masker wajah. beautifullearth.com

    TEMPO.COJakarta - Beauty vlogger Farah Dhukai mempunyai cara yang aneh untuk merawat kulitnya. Sebelumnya, Farah Dhukai pernah memberi tip menggunakan bawang untuk mempercantik alis, dan kunyit untuk membuat gigi lebih putih.

    Kali ini, Farah Dhukai memberi tip menghilangkan jerawat dengan menggunakan krim untuk mengurangi ruam akibat memakai popok. Dalam sebuah unggahan video di akun Instagram-nya, Farah Dhukai menggunakan krim ruam popok Wedela Calendula pada seluruh wajahnya.

    “Krim ruam popok mengandung zat seng oksida yang bisa menghilangkan jerawat,” tulis Farah. Sedangkan Wedela Calendula mengandung formula yang bisa mengurangi peradangan.

    Anda bisa mencobanya menggunakan krim ruam popok anak Anda, kan? Meski begitu, pemakaian krim ruam popok ini terdengar sangat aneh. Menurut ahli perawatan kulit di Manhattan, Rachel Nazarian, M.D., krim ruam popok mempunyai kombinasi bahan-bahan yang bisa menyembuhkan bayi dari iritasi, bakteri, serta berfungsi melembapkan. Namun tidak semua bahan tersebut aman dipakai pada wajah.

    “Memakai seng oksida untuk wajah bukan ide yang baik untuk kulit berjerawat karena menimbulkan penghalang pada kulit yang bisa menghambat keringat dan panas di bawahnya," ujar Nazarian. "Ini justru memicu munculnya jerawat."

    Beberapa krim ruam popok memang mengandung bahan-bahan yang menyejukkan dan bisa menyembuhkan jerawat. Sedangkan bahan-bahan lain bisa membuat jerawat lebih buruk.

    MARIECLAIRE | NIA PRATIWI

    Baca juga:
    Aroma Lipstik Bikin Bibir Cleopatra Jontor
    Membaca Karakter dari Alis Mata
    Tak Ingin Wajah Keriput? Ada 6 Rahasia Mencegahnya


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Untung Buntung Status Lockdown akibat Wabah Virus Corona

    Presiden Joko Widodo berharap pemerintahannya memiliki visi dan kebijakan yang sama terkait Covid-19. Termasuk dampak lockdown pada sosial ekonomi.