Cara Cepat Mengatasi Keracunan Makanan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi keracunan makanan. Splashpress1.com

    Ilustrasi keracunan makanan. Splashpress1.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Keracunan makanan banyak ditemukan di masyarakat, apalagi dengan semakin beragamnya makanan dan cara pengolahan, yang belum tentu cocok dengan kondisi fisik atau perut si pemakan. Keracunan makanan bisa karena produk susu, ikan, ayam, atau daging yang terkontaminasi.

    Apa saja tanda-tanda Anda telah keracunan makanan dan bagaimana cara mengatasinya? Menurut Dr Anthony Ng dari sebuah klinik di New York, Amerika Serikat, keracunan makanan biasanya karena virus, salah satunya norovirus. Virus ini biasanya menyerang penumpang kapal pesiar. Penyebab lain adalah bakteri, parasit, dan toksin.

    "Biasanya, kasus keracunan makanan ditemukan pada mereka yang baru pulang dari bepergian, atau sehabis menikmati barbecue dan orang-orang yang makan bersama dalam acara itu juga menderita sakit," kata Ng di US News.

    Keracunan makanan juga tak bisa ditebak waktunya. Bisa saja dalam waktu satu menit, seorang yang semula sehat tiba-tiba mengalami sakit, terutama di bagian perut, dengan gejala seperti mual, muntah, kram perut, diare, dan demam.

    Cara termudah mengatasi keracunan makanan adalah minum air putih sebanyak-banyaknya, ibarat air di toilet yang membersihkan kotoran, begitu juga air yang diminum saat keracunan. Minum banyak air juga akan mengurangi dehidrasi akibat banyaknya cairan yang terbuang lantaran muntah atau diare.

    Minuman olahraga juga baik untuk mengatasi keracunan makanan karena mengandung kalsium dan potasium, yang merupakan elektrolit yang dibutuhkan tubuh. Menurut Ng, bila mengalami ketidakseimbangan elektrolit, bisa berakibat otot lemas atau kram.

    Banyak orang yang mengkonsumsi obat seperti Pepto-Bismol dan Imodium untuk meringankan diare. Padahal cara itu bisa jadi makin memperparah kondisi. Diare dan muntah adalah reaksi alami tubuh terhadap infeksi di perut. Hindari makanan berminyak, makanan mentah seperti sayuran atau ikan, dan produk susu karena bisa memperparah diare.

    "Saya selalu katakan kepada para pasien untuk menjauhi makanan yang tidak dimasak, tidak panas, atau tidak segar, paling tidak selama tiga-tujuh hari," tutur Ng. Jika keadaan sudah parah dan tak bisa diatasi sendiri, segeralah minta bantuan dokter.

    PIPIT

    Baca juga:
    8 Dosa Anda pada Rambut
    Cara Mudah Mengetahui Berat Badan Ideal
    Lima Jenis Makanan yang Bisa Menekan Nafsu Makan



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Rapid Test, Swab, dan TB-TCM dalam Deteksi Virus Corona

    Ada tiga tes yang dapat dilakukan untuk mendeteksi virus corona di dalam tubuh, yaitu dengan Rapid Test, Swab, atau metode TB-TCM. Simak perbedaannya.