Siapa Tahu Anda Alergi Kosmetik, Begini Cara Mengujinya

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • sxc.hu

    sxc.hu

    TEMPO.COJakarta - Tidak semua kosmetik cocok untuk kulit seseorang. Padahal begitu banyak varian kosmetik yang beredar di pasaran, dari perawatan wajah, make up, perawatan tubuh, bahkan krim untuk bercukur. Lalu bagaimana cara menguji zat yang terkandung dalam kosmetik itu menyebabkan alergi atau tidak?

    Dokter spesialis kulit dan kelamin, Dewi Inong Iriana, memiliki cara baru yang cukup mudah untuk mengenali alergi kosmetik. "Ambil sedikit kosmetik, oleskan di tulang leher yang terletak di belakang cuping telinga paling bawah," kata Dewi Inong dalam acara “Halal itu Sehat” yang diadakan oleh Marina Hand Body Lotion di 100 Eatery, Hotel Atlet Century, Selasa, 3 Mei 2016.

    Apabila kosmetik tersebut menyebabkan alergi, kulit yang diolesi akan iritasi beberapa menit kemudian. Rasa yang ditimbulkan awalnya berupa rasa panas diikuti dengan kulit yang memerah dan timbul bintik-bintik. Kulit leher bagian belakang, terutama yang dekat dengan cuping telinga bawah, adalah bagian kulit yang memiliki lapisan tipis dan mengandung banyak jaringan saraf.

    Sebelum cara ini diperkenalkan, orang biasa menguji alergi kosmetik dengan mengoleskan pada punggung tangan, pergelangan, atau lengan. Namun sayang, lokasi-lokasi itu adalah lokasi terbuka pada tubuh. Apabila alergi benar-benar terjadi pada kulit, iritasi yang ditimbulkan akan meninggalkan bekas yang mudah terlihat.

    Bagi kulit sensitif dan mudah iritasi, Dewi menyarankan untuk menghindari penggunaan tiga zat utama yang biasa terkandung dalam kosmetik, yaitu hydroquinone, merkuri, dan pemutih. Ia juga menyarankan sebaiknya menggunakan kosmetik berlabel halal. Sebab, kosmetik dengan label halal sudah melalui uji laboratorium yang salah satu syaratnya adalah tidak ada penggunaan tiga zat tersebut.

    CHETA NILAWATY


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Silang Pendapat tentang RUU PKS

    Fraksi-fraksi di DPR berbeda pendapat dalam menyikapi Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual atau RUU PKS. Dianggap rumit.