Mencicipi Masakan Tulen dari Italia  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Restoran Tredici Restorante, Jakarta. TEMPO/Frannoto

    Restoran Tredici Restorante, Jakarta. TEMPO/Frannoto

    TEMPO.CO, Jakarta - Tredici Ristorante, siapa pun yang melewati area tersebut akan langsung mengenali bahwa bangunan ini adalah sebuah tempat makan. Tepatnya restoran Italia. Tredici dalam bahasa Italia artinya tiga belas. Angka itu sesuai dengan jumlah pemilik sekaligus pendiri Tredici. Ya, ada 13 anak muda yang membuka rumah makan dengan bar dan lounge di kawasan Senopati, Jakarta Selatan, ini.

    Lantai pertama adalah restoran berkapasitas 150 tempat duduk. Satu tingkat di atasnya bar yang buka mulai pukul lima sore. Tak ada perbedaan di antara dua area tersebut, kecuali suasananya. Pengunjung di bar bisa memesan menu restoran, begitu juga sebaliknya.

    Dari luar, tak terlihat bila Tredici adalah sebuah restoran dengan tema masakan negara yang terkenal dengan Liga Seri A dan pemain sepak bolanya itu. Penandanya yang mungkin samar tersembul adalah bentuk jendela di lantai dua.

    Area pertama ketika pintu dibuka disebut fireplace. Secara harfiah, ini bisa diartikan sebagai sebuah tempat yang dilengkapi dengan perapian. Ada tungku di ujung kiri dan bumbung pembakar pizza di sebelah kanan.

    Di fireplace, mulai terasa masuk ke sebuah rumah di Italia. Dindingnya dihiasi bunga-bunga kering, tanduk rusa, mesin tik tua, dan tentunya meja dan kursi kayu. Ada satu ruangan yang sejajar dengan aula dan lebih tertutup. Kamar privat, dengan kapasitas maksimal 14 orang, tamu-tamu bisa mendapatkan privasi di ruangan yang lebih mirip kamar rapat di kantor.

    Hiasan dinding di ruangan ini dibuat lebih mirip kamar kerja ketimbang restoran. Botol-botol minuman, buku, dan tentunya bunga kering, berselingan mempercantik tembok. Kehangatan suasana rumah sudah terbangun saat pengunjung memasuki Tredici.

    Di pojok lantai satu adalah ruangan yang paling menarik. Area bebas merokok dengan limpahan sinar matahari. Lantainya dilapisi paving block mirip jalanan di Italia. Di atasnya diberi lampu-lampu bersilangan dari ujung ke ujung. Ini semakin membuat suasana seperti makan di gang terbuka di Italia.

    Berkunjung ke restoran Italia tentu jangan lupa memesan pizza, sajian yang paling akrab dengan lidah orang Indonesia. Kali ini adalah Calzone atau pastel ukuran jumbo dengan adonan kulit piza. Calzone-nya disajikan dalam telenan kayu dengan hiasan dua irisan tomat dan daun peterseli.

    Tak lupa sebagai saus tersedia bubuk cabai dan saus sambal. Ketika diiris terkuak misteri di bagian dalamnya, ada daging asap, bayam, jamur, dan tentunya mozarella, keju yang umum ada di pizza. Ada sedikit rasa manis di Calzone ini. “Saya tidak membubuhkan gula. Mungkin itu keluar dari bayamnya,” kata chef De Carlini Mario, yang berasal dari Milan, Italia. Bayam yang dipakai adalah bayam impor yang mempunyai tekstur lebih liat ketimbang produk lokal.

    Sebagai penutup, Anda bisa mencoba Panna Cotta con Fragole. Puding yang dibuat dari es krim vanili ini teksturnya lembek. Disajikan dengan irisan stroberi dan dua buah biskuit. Satunya adalah biskuit dengan tekstur keras, satu lagi berupa chocolate salami yang lebih lembut. Dalam satu piring terdapat empat pilihan kudapan.

    Dengan segala macam keju, pasta, dan daging yang ada, maka saatnya menetralkan diri bersama mocktail. “Bisa dibilang semua mocktail yang ada di sini adalah signature (khas),” ujar Mario.

    Yang mencuri perhatian adalah Major Apple Mojito. Segarnya apel hijau, ditambah perasan dan potongan jeruk limau, membuat lidah memiliki kesempatan jeda yang benar. Meski kecut dan segar, tapi dengan segala protein sebelumnya, minuman ini adalah penawar terbaik.

    Mario mengatakan hasil sentuhan tangannya di Tredici adalah sajian Italia klasik. “Saya ini chef klasik, tidak menciptakan makanan baru atau fushion (campuran)," kata alumnus Restaurant Management Major in Culinary Arts di Amerigo Vespucci, Milan, itu. Jadi, kalau Anda ingin menikmati masakan rumahan tulen dari negara di Eropa Barat ini, Mario mengatakan, "Kami berikan pengalaman itu.”

    KORAN TEMPO

    Berita lainnya:
    Lini Hijab Uniqlo Terbaru
    3 Martabak Kreatif yang Patut Dicoba
    Tak Cukup Larang Anak Bicara dengan Orang Asing, Kenapa?


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Akhir Cerita Cinta Glenn Fredly

    Glenn Fredly mengembuskan napas terakhirnya pada Rabu, 8 April 2020 di RS Setia Mitra, Jakarta. Glenn meninggalkan cerita cinta untuk dikenang.