Tubuh Kekurangan Vitamin D, Hati-hati Tulang Gampang Patah

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi sakit tulang. (Tempo/Imam Sukamto)

    Ilustrasi sakit tulang. (Tempo/Imam Sukamto)

    TEMPO.CO, Jakarta - Kekurangan vitamin D dapat menyebabkan munculnya tanda-tanda penuaan yang lebih cepat pada tulang dan meningkatkan risiko patah. Begitu hasil temuan para ilmuwan dan diterbikan di jurnal Science Translational Medicine.

    Vitamin D bisa diproduksi secara alami oleh tubuh ketik kulit terpapar sinar ultraviolet matahari dan sangat baik dalam menyerap kalsium dan membuat tulang lebih kuat.

    Di belahan bumi bagian utara, di mana sinar matahri menjadi sesuatu yang "mahal", kasus kekurangan vitamin D sudah biasa, begitu penjelasan Dr. Bjorn Busse dari Pusat Medis Universitas Hamburg di Jerman. Kekurangan vitamin D bisa menyebabkan osteoporosis, penyebab tulang keropos sehingga mudah patah, atau osteomalasia, di mana tulang menjadi lembek karena kurang mineral.

    Riset untuk penelitian ini melibatkan 30 orang sehat dan separuhnya kedapatan kekurangan vitamin D. Alasan kekurangan tersebut tak diketahui dengan pasti namun Busse menduga karena kurang terkena sinar matahari mengingat mereka yang diteliti kebanyakan dari Hamburg yang berada di pesisir utara Jerman.

    "Vitamin D sudah dikenal sangat penting buat kesehatan tulang namun meningkatnya risiko tulang patah adalah akibat kurang mineral," jelas Busse.

    Institute of Medicine merekomendasikan mereka yang berusia 14-50 tahun mengkonsumsi 600 IU vitamin D sehari. Karena sedikitnya bahan makanan yang mengandung vitamin D, maka cara terbaik untuk mendapatkannya adalah dengan berjemur sekitar 10-15 menit sehari.

    Buat mereka yang tinggal di negara yang jarang mendapatkan sinar matahari, maka mereka harus mendapatkan vitamin D dari makanan seperti susu, sereal, jus jeruk, atau suplemen khusus.

    PIPIT


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wabah Virus Corona Datang, 13.430 Narapidana Melenggang

    Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly memutuskan pembebasan sejumlah narapidana dan anak demi mengurangi penyebaran virus corona di penjara