Menolak Diabetes

Editor

Rini Kustiani

Ilustrasi memilih makanan. Healthjourney.com
Ilustrasi memilih makanan. Healthjourney.com

TEMPO.CO, Jakarta - Tingginya kadar gula darah bukan hanya dipicu oleh konsumsi gula berlebihan. Gaya hidup juga turut berkontribusi, seperti minum secangkir teh manis plus gorengan, menonton televisi hingga larut malam, lembur di kantor, stres berkepanjangan, dan minimnya waktu berolahraga.

Bila gaya hidup seperti ini terus-menerus dianut, diabetes bisa mampir lebih cepat. Berikut ini tujuh kebiasaan yang dapat memicu naiknya kadar gula darah.

Teh manis
Idealnya, pria dewasa perlu 1.900 kalori. Segelas teh manis kira-kira mengandung 250-300 kalori, bergantung pada kepekatannya. Jika Anda minum teh manis pagi-siang-malam, saat makan malam, bisa-bisa 1.000 kalori Anda dapatkan dari teh manis saja. Padahal Anda pasti makan nasi beserta lauk-pauk lengkap. Kelebihan kalori pasti melejitkan kadar gula darah dan bisa berujung pada obesitas dan diabetes. Jadi, batasi gula dua sendok per hari.

Gorengan
Jangan sekali-kali menjadikan gorengan makanan kegemaran. Kudapan ini mudah memicu penyakit degeneratif, seperti kardiovaskular, diabetes, dan stroke.

Minuman bersoda
Konsumsi minuman bersoda berbanding lurus dengan kenaikan berat badan dan risiko diabetes karena kandungan pemanisnya yang tinggi.

Kurang tidur
Kurang tidur akan mengganggu metabolisme tubuh. Hasil riset University of Chicago menyatakan kurang tidur selama tiga hari akan amat menurunkan kemampuan tubuh memproses glukosa. Kurang tidur juga merangsang sejenis hormon pembangkit nafsu makan. Risiko diabetes pun meningkat.

Malas beraktivitas fisik
Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan kasus diabetes di negara-negara Asia akan naik hingga 90 persen dalam 20 tahun ke depan. Jumlah penderita diabetes di Vietnam, misalnya, diprediksi akan berlipat ganda sebab masyarakatnya lebih suka naik motor ketimbang sepeda. Mereka yang minim beraktivitas fisik punya risiko obesitas lebih tinggi dibanding yang rajin bersepeda atau berjalan kaki.

Kecanduan rokok
Sebuah penelitian di Amerika Serikat yang melibatkan 4.572 sukarelawan menemukan bahwa risiko perokok aktif terhadap diabetes naik 22 persen. Risiko ini makin menanjak bila si perokok menganut pola makan buruk dan malas berolahraga.

Sering stres
Saat terkena stres, tubuh otomatis menambah produksi hormon epinephrine dan kortisol agar gula darah naik dan ada cadangan energi. Walhasil, orang yang mengalami stres cenderung makan terus-menerus. Tak mengherankan, stres berkepanjangan sering disebut ”bunuh diri pelan-pelan”.

MAJALAH TEMPO

Berita terpopuler lainnya:
Data Panama Papers Akan Dibuka 9 Mei 2016
Ini Tanda Suamimu adalah 'Anak Mami'
Jangan Kencan di Sini!








Kemnaker Gelar Workshop Atasi Tantangan Kesehatan Kerja

18 Mei 2022

Dirjen Binwasnaker dan K3 Kemnaker, Haiyani Rumondang.
Kemnaker Gelar Workshop Atasi Tantangan Kesehatan Kerja

Banyak perubahan terjadi pada ketenagakerjaan. Perlu penyiapan untuk perlindungan tenaga kerja.


Tips Mencegah Iritasi Kulit di Belakang Telinga karena Pakai Masker

8 Maret 2022

Ilustrasi wanita pakai masker sambil bekerja. Freepik.com
Tips Mencegah Iritasi Kulit di Belakang Telinga karena Pakai Masker

Potensi peradangan semakin besar apabila seseorang memiliki kulit sensitif dan menggunakan masker dalam waktu yang lama.


Kenali 6 Penyakit Pembuluh Darah yang Paling Umum Terjadi

30 Desember 2021

Ilustrasi pemeriksaan kesehatan jantung. Shutterstock
Kenali 6 Penyakit Pembuluh Darah yang Paling Umum Terjadi

Penyakit pembuluh darah adalah gangguan yang mempengaruhi sistem peredaran darah dari dan ke organ tubuh.


Sikap Skeptis Tinggi, Daewoong Gaet 15 Anak Muda Kreatif Galakkan Info Kesehatan

20 Desember 2021

Ilustrasi Generasi Milenial. all-souzoku.com
Sikap Skeptis Tinggi, Daewoong Gaet 15 Anak Muda Kreatif Galakkan Info Kesehatan

Banyak masyarakat bersikap skeptis terkait bahaya pandemi Covid-19. Untuk tangani hal itu, Daewoong ajak anak muda galakkan info kesehatan


Asam Lambung Naik, Ketahui Posisi Tidur yang Tepat dan Lakukan Diet Asam Lambung

18 November 2021

Ilustrasi Asam Lambung.(TEMPO/Gunawan Wicaksono)
Asam Lambung Naik, Ketahui Posisi Tidur yang Tepat dan Lakukan Diet Asam Lambung

Beberapa hal yang yang harus diperhatikan penderita gangguan asam lambung adalah posisi tidur dan diet.


Mengenal Demam Tifoid, Cegah dengan Vaksinasi 3 Tahun Sekali

13 November 2021

Ilustrasi pria sakit demam. shutterstock.com
Mengenal Demam Tifoid, Cegah dengan Vaksinasi 3 Tahun Sekali

Indonesia masih endemi demam tifoid atau dikenal dengan sebutan penyakit tipus atau tipes.


Manfaat Berjalan Kaki, Membantu Mengurangi Berat Badan Hingga Mood Lebih Baik

11 November 2021

Ilustrasi wanita berjalan kaki. Freepik.com/Katemangostar
Manfaat Berjalan Kaki, Membantu Mengurangi Berat Badan Hingga Mood Lebih Baik

Rutin berjalan kaki setiap hari membantu mengurangi risiko penyakit jantung, diabetes, dan menurunkan berat badan.


Sering Pakai Semprotan Hidung untuk Mencegah Covid-19, Begini Cara Kerjanya

30 Oktober 2021

Ilustrasi hidung. shutterstock.com
Sering Pakai Semprotan Hidung untuk Mencegah Covid-19, Begini Cara Kerjanya

Salah satu cara mencegah Covid-19 adalah dengan menyemprotkan cairan khusus ke hidung. Apa kandungan dalam cairan itu dan bagaimana cara kerjanya?


5 Cara Terhindar dari Sakit Kepala

24 Oktober 2021

ilustrasi sakit kepala (pixabay.com)
5 Cara Terhindar dari Sakit Kepala

Penyebab sakit kepala yang dominan terjadi selama pandemi Covid-19 adalah kelelahan dan kurang tidur.


Kapan Puncak Massa Tulang dan Waktu yang Tepat Mencegah Osteoporosis

23 Oktober 2021

Ilustrasi pria memeriksa tulang. Shutterstock
Kapan Puncak Massa Tulang dan Waktu yang Tepat Mencegah Osteoporosis

Ketahui periode terbaik memumpuk "bekal" menjelang massa tulang puncak, fase kondisi tulang terbaik, dan penurunannya untuk mencegah osteoporosis.