Agar si Kecil Tak Takut Jarum Suntik

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Imunisasi. TEMPO/Fully Syafi

    Ilustrasi Imunisasi. TEMPO/Fully Syafi

    TEMPO.CO, Jakarta - Imuninasi dengan jarum suntik jadi momok tersendiri, baik bagi orang tua terlebih bagi anak. Tak jarang, banyak orang tua menunda atau bahkan menghindarinya sama sekali dengan alasan tak tega mendengar tangis anak.

    Padahal, semakin rasa takut akan jarum suntik dipelihara, maka secara psikologis akan membuat anak takut akan imuninasi. Yang terbaik adalah tetap menjalaninya sembari melakukan sejumlah langkah untuk mengobati trauma dan meminimalisasi rasa sakit yang ditimbulkan akibat tusukan jarum suntik.

    Ada sejumlah langkah yang bisa dilakukan agar anak percaya diri menghadapi imunisasi. Pertama, Anda bisa mengoleskan krim anestesi topikal yang kini banyak tersedia di apotek. Christine Chambers, seorang psikolog klinis di Centre for Pediatric Pain Research, krim ini biasanya dioleskan 30-60 menit sebelum suntikan dilakukan. Ia menyarankan untuk berkonsultasi dengan dokter tentang penggunaan krim ini.

    Namun Chambers tidak menyarankan penggunaan obat pereda nyeri seperti acetaminophen atau ibuprofen sebelum suntikan dilakukan. "Banyak orang tua berpikir bahwa memberikan obat nyeri lisan seperti Tylenol atau Advil akan membantu, padahal tidak sama sekali. Bahkan beberapa penelitian menunjukkan obat ini dapat mengganggu efektivitas vaksin," katanya.

    ADVERTISEMENT

    Jika anak masih bayi, katanya, Anda dapat menyusuinya sebelum dan selama penyuntikan dilakukan. Saat penyuntikan, dekap bayi menempel ke tubuh Anda, untuk memberinya rasa aman dan tenang. Pelukan yang sama juga dilakukan jika anak berusia di bawah tiga tahun.

    Untuk anak yang lebih besar, Anda bisa menggunakan ponsel, tablet, atau mainan sebagai bentuk pengalihan. Alih-alih 'menjagal' anak yang menolak disuntik, Chambers menyarankan untuk lebih dulu menjelaskan tentang manfaat vaksinasi yang tak sebanding dengan sedikit rasa sakit yang akan hilang keesokan harinya.

    Anda dapat menggunakan bahasa sesuai usia anak untuk menggambarkan apa yang akan terjadi dan mengapa vaksinasi penting. "Kadang-kadang kita lupa untuk membiarkan anak-anak tahu mengapa mereka membutuhkan suntikan itu," kata Chambers.

    INDAH P | TODAYS PARENT

    Berita terpopuler lainnya:

    PSK Ini Ungkapkan Ukuran Rata-rata Alat Vital Kliennya
    Cara Jokowi Menjawab Soal Kuburan Massal & Panama Papers
    Mamah Dedeh dan Transkrip Utuh 'Pret, Enggak Percaya Gua'


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PPKM Level 4 dan 3 di Jawa dan Bali, Ada 33 Wilayah Turun Tingkat

    Penerapan PPKM Level 4 terjadi di 95 Kabupaten/Kota di Jawa-Bali dan level 3 berlaku di 33 wilayah sisanya. Simak aturan lengkap dua level tadi...