Selasa, 20 November 2018

4 Profesi Berbahaya yang Digeluti Wanita

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Penari Ular. flowfuzion.com

    Ilustrasi Penari Ular. flowfuzion.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Setiap orang tentu mendambakan pekerjaan ideal yang sesuai minat, bergaji besar, dan tidak berisiko tinggi. Kenyataannya, perjalanan hidup bisa membawa orang menuju profesi yang mungkin tak terbayangkan sebelumnya.

    Penelitian yang dilakukan mesin pencarian milik Microsoft, Bing, mengatakan, tiga dari lima pekerja di Britania Raya ingin beralih profesi, namun tertahan kemampuan yang kurang dan kondisi keuangan yang mengimpit.

    Banyak faktor yang membuat seseorang bekerja tidak sesuai impian, bahkan menggeluti profesi yang berisiko tinggi. Namun sebagian orang menjalani pekerjaan berisiko tinggi dengan penuh kesadaran. Berikut empat profesi berbahaya yang banyak digeluti wanita.

    1. Penari Ular

    Kematian pedangdut Irma Bule akibat gigitan ular berjenis King Cobra saat berjoget di panggung mengejutkan banyak orang. Pekerjaan penari ular memang berisiko tinggi. Namun karena berbagai dorongan, tidak sedikit wanita menggeluti profesi itu. Impitan ekonomi, faktor utama yang membuat Irma menjalani pekerjaan berbahaya itu. Profesi penari ular umumnya dilakukan wanita dari daerah pesisir utara Pulau Jawa dan wanita India.

    2. Tenaga medis di daerah konflik

    Saat ini banyak orang mabuk kepayang dengan karakter Dokter Kang Mo Yeon (diperankan Song Hye Kyo) di serial Descendants of the Sun. Dikisahkan, dokter cantik itu bertugas sebagai dokter bedah di negara bernama Uruk, yang tengah dilanda konflik. Sekilas, pekerjaan Dokter Kang begitu menarik. Bertugas di daerah berpemandangan eksotis, dikelilingi tentara ganteng, dan berkesempatan melakukan aksi-aksi heroik dalam menyelamatkan nyawa seseorang.

    Nyatanya, bertugas di daerah konflik sesungguhnya tak seindah yang digambarkan drama Korea. Risikonya sangat tinggi. Wanita yang bekerja sebagai tenaga medis di daerah konflik harus siap menanggung risiko menghadapi perang, menyaksikan nyawa-nyawa tak berdosa melayang, bekerja di bawah situasi mencekam dengan peralatan seadanya, termasuk risiko kehilangan nyawa akibat jadi korban salah sasaran.

    3. Penyelam di Pulau Jeju

    Hanya berbekal kacamata renang, sepatu katak, dan pakaian renang tanpa tabung oksigen, para ibu di Pulau Jeju, Korea Selatan, menyelam di laut selama 30 menit hingga 1 jam untuk mencari hasil laut berupa gurita dan aneka ikan laut. Hebatnya, para penyelam Jeju adalah wanita berusia di atas 70 tahun. Saat mengunjungi Jeju pada 2011, kami bahkan bertemu penyelam tertua, 84 tahun!

    Menyelam sudah dilakukan wanita Jeju sejak puluhan tahun silam. Kehidupan yang keras karena alam yang sulit berupa gunung api, tanah keras, dan cuaca ekstrem membuat para pria di Jeju harus menempuh bahaya dengan mencari nafkah di tengah lautan. Sementara, para wanita yang ditinggal suami ini membantu menghidupi keluarga dengan mencari hasil laut.

    4. Stunt actress

    Pekerjaan sebagai pemeran pengganti untuk adegan aksi yang berbahaya atau stuntman juga banyak dilakukan wanita, lo! Salah satu nama yang cukup populer, Janene Carleton. Ia menggantikan Angelina Jolie di Salt, Jessica Biel di Total Recall, dan Paula Patton di Mission Impossible 4: Ghost Protocol, di samping melakoni beberapa aksi berbahaya di film Watchmen, Twilight Breaking Dawn, Dawn of the Planet of the Apes, dan X-men 3. Ia pernah kehilangan seluruh bulu mata kirinya, yang hangus terbakar saat beradegan di tengah lautan api.

    Pekerjaan stunt actress tak hanya menuntutnya melakukan adegan aksi berbahaya. Ia juga bertindak sebagai pelatih pribadi untuk aktris yang beradegan aksi bersamanya. Plus, bertugas menyamakan bentuk tubuhnya dengan sang aktris. “Saat berperan dengan Angelina Jolie di film Salt, saya kelaparan selama tiga bulan! Stunt actress juga harus menurunkan berat badan demi perannya. Itu bagian dari bisnis,” urai Janene.

    TABLOIDBINTANG


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    21 November, Hari Pohon untuk Menghormati Julius Sterling Morton

    Para aktivis lingkungan dunia memperingati Hari Pohon setiap tanggal 21 November, peringatan yang dilakukan untuk menghormati Julius Sterling Morton.