Hafiza dan Bisnis Sosial Penderita Kusta  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Hafiza Elvira Nofitariani. Facebook.com

    Hafiza Elvira Nofitariani. Facebook.com

    TEMPO.COJakarta - Hafiza Elvira Nofitariani masih ingat reaksi warga RW 13 Kecamatan Neglasari, Tangerang, saat datang ke wilayah itu enam tahun lalu. Ia dipandang sinis karena dianggap hendak memanfaatkan penduduk Neglasari untuk mencari dana. “Saya dikira hendak menipu,” katanya, Sabtu dua pekan lalu.

    Kedatangan Hafiza ke Neglasari bertujuan memberdayakan mantan penderita kusta. Bersama empat temannya, Hafiza mendirikan Nalacity dalam program Indonesia Leadership Development Program di Universitas Indonesia. Nalacity mengajari para ibu di lingkungan itu menjahit dan menghias kerudung. BACA Sheila Tembus Pusat Mode Bersama Penyandang Difabel

    Hasil penjualan kerudung dikembalikan dengan sistem bagi hasil. Sikap penduduk yang mulai terbuka membuat perempuan 25 tahun ini melanjutkan program di Neglasari secara swadaya.

    Pandangan sinis pada awal program bukanlah satu-satunya kendala. Mencari pasar produk mereka tidak gampang. Beberapa pembeli membatalkan transaksi setelah mengetahui bahwa mantan penderita kusta yang membuat produk tersebut. Hafiza tak lelah mengkampanyekan antidiskriminasi. 

    Pembeli datang dari berbagai kota. Produknya bahkan diekspor hingga Qatar. Tahun ini Nalacity resmi berbadan hukum agar bisa menjadi social enterprise.

    Anggota Nalacity, Siti Zaenah, bersyukur bisa bergabung. Dari Nalacity, ia bisa mengantongi Rp 100 ribu per bulan. Nilainya meningkat jika ia sanggup menyelesaikan lebih banyak kerudung. “Lumayan dapat tambahan, bisa untuk beli susu atau baju baru,” kata perempuan berusia 46 tahun ini.

    LINDA HAIRANI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.