Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Resolusi Tahun Baru Sering Gagal? Ini 4 Tips dan Trik Mewujudkannya

Reporter

Editor

Mila Novita

image-gnews
Ilustrasi resolusi tahun baru. indiereader.com
Ilustrasi resolusi tahun baru. indiereader.com
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Salah satu hal menarik dalam menyambut tahun baru adalah menetapkan tujuan baru untuk tahun depan, disebut dengan resolusi tahun baru. Ini tidak hanya membantu memecahkan kebosanan tahun lalu tetapi juga mengarahkan seseorang untuk mengembangkan diri. 

Namun, semenarik apa pun resolusi, itu tak ada artinya jika disia-siakan. Satu bulan pertama itu akan menjadi tugas yang menantang bagi sebagian besar orang. Penyebabnya, resolusi itu mungkin tidak realistis untuk diri kita sendiri yang mungkin agak sulit dicapai. Alasan lain mungkin karena kurangnya strategi yang jelas untuk mencapai tujuan tersebut. 

Tidak mematuhi resolusi tahun baru dapat berdampak negatif pada kesehatan mental dan orang cenderung kecewa dan frustrasi dengan diri sendiri, mungkin juga menyebabkan harga diri rendah. 

Menyambut 2023, Arouba Kabir, pelatih mental, menyarankan beberapa tip dan trik untuk konsisten menjalani upaya untuk resolusi tahun baru . 

1. Niat di balik resolusi

Ini sangat penting dan jarang dibicarakan. Jika niat di balik resolusi itu seperti "Saya ingin menunjukkan kepada orang lain", "Orang akan menyukai saya karena ini", dan banyak alasan semacam itu, mungkin sulit mencapainya. Jadi, luruskan niat. Pilih resolusi tahun baru yang ingin dilakukan untuk diri sendiri bukan untuk orang lain. Kemudian tuliskan hal-hal positif yang akan dihasilkan resolusi dalam hidup dan tempelkan di suatu tempat di dinding.

Baca juga: Inspirasi untuk Resolusi 2022, Tetap Semangat dan Berpikir Positif

2. BUat resolusi yang realistis

Sangat penting bagi kita untuk memiliki resolusi yang realistis dan spesifik. Saat membuat resolusi tahun baru atau resolusi apa pun dalam hidup, buatlah spesifik. Misalnya, jika mencoba menurunkan berat badan, tetapkan tujuan kecil untuk diri sendiri. Menurunkan 5 kg dalam dua bulan dengan olahraga dan diet serta mengikuti gaya hidup sehat adalah tujuan yang realistis. Jadi, resolusi ini berbicara tentang tujuan dan langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk mencapainya. 

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

3. Fokus

Otak kita tidak mengerti "tidak". Jadi, jika ingin membawa perubahan pada perilaku karena memiliki kebiasaan yang tidak sehat, fokuslah pada apa yang ingin dilakukan daripada apa yang tidak boleh dilakukan.

4. Bersikap baik pada diti sendiri

Perubahan itu sulit sehingga mungkin tidak dapat mencapai hasil yang diinginkan. Jadi menghargai diri sendiri bahkan untuk kemenangan kecil akan sangat bermanfaat untuk mewujudkan resolusi tahun baru. 

HINDUSTAN TIMES

Baca juga: 5 Resolusi Tahun Baru yang Realistis Menurut Pakar Kebugaran

Selalu update info terkini. Simak breaking news dan berita pilihan dari Tempo.co di kanal Telegram “Tempo.co Update”. Klik https://t.me/tempodotcoupdate untuk bergabung. Anda perlu meng-install aplikasi Telegram lebih dulu.

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Banyak Orang Usia Produktif yang Bunuh Diri, BRIN Paparkan Upaya Pencegahan

1 hari lalu

Ilustrasi pencegahan bunuh diri. Shutterstock
Banyak Orang Usia Produktif yang Bunuh Diri, BRIN Paparkan Upaya Pencegahan

Pencegahan bunuh diri di kelompok usia produktif perlu pendekatan holistik dan terintegrasi, terutama pendidikan, kampanye kesadaran, serta kebijakan.


Saran Psikiater bagi Orang Tua dalam Menghadapi Anak Korban Kekerasan

2 hari lalu

Ilustrasi kekerasan pada anak. Pexels/Mikhail Nilov
Saran Psikiater bagi Orang Tua dalam Menghadapi Anak Korban Kekerasan

Orang tua diminta tak meremehkan atau mengabaikan dan membiarkan anak yang mengalami kekerasan karena berdampak pada kesehatan mental.


6 Manfaat Memiliki Hewan Peliharaan Bagi Lansia, Apa Lagi Selain untuk Kesehatan Mental?

3 hari lalu

Ilustrasi anjing dan kucing. shutterstock.com
6 Manfaat Memiliki Hewan Peliharaan Bagi Lansia, Apa Lagi Selain untuk Kesehatan Mental?

Salah satu manfaat dari memiliki hewan peliharaan adalah baik untuk kesehatan mental. Selain itu, ternyata memelihara anjing atau kucing dapat membantu mengurangi risiko penyakit jantung. Berikut selengkapnya.


Hari Anak Nasional, Ini Pesan Praktisi Kesehatan buat Orang Tua

3 hari lalu

Petugas kesehatan memberikan vaksin polio tetes tahap pertama kepada seorang bayi di Mamuju, Sulawesi Barat, Selasa 23 Juli 2024. Pemprov Sulawesi Barat menggelar pelaksanaan vaksin polio tahap pertama dan kedua secara serentak di sejumlah kabupaten dengan target 227.691 anak yang berlangsung selama 12 hari. ANTARA FOTO/Akbar Tado
Hari Anak Nasional, Ini Pesan Praktisi Kesehatan buat Orang Tua

Praktisi kesehatan Hari Anak Nasional menjadi pengingat bagi orang tua untuk menghindarkan anak dari penyakit menular.


4 Website Gratis untuk Cek Usia Mental, Ini Link dan Cara Mainnya

4 hari lalu

Ada beberapa website gratis untuk cek usia mental Anda. Foto: Canva
4 Website Gratis untuk Cek Usia Mental, Ini Link dan Cara Mainnya

Ada beberapa website gratis untuk cek usia mental Anda. Tes ini digunakan untuk mengukur tingkat kematangan emosional. Berikut caranya.


Joe Biden Disebut Alami Penurunan Kognitif, Begini Cara Mencegahnya saat Menua

5 hari lalu

Presiden AS Joe Biden berbicara di acara NATO untuk memperingati 75 tahun aliansi tersebut, di Washington, AS, 9 Juli 2024. REUTERS/Yves Herman
Joe Biden Disebut Alami Penurunan Kognitif, Begini Cara Mencegahnya saat Menua

Di usia 81 tahun, Presiden AS Joe Biden diduga telah mengalami penurunan kognitif. Cegah masalah kognisi saat menua dengan cara berikut.


PIWF 2024 Sediakan 60 Kelas untuk Seimbangkan Tubuh, Pikiran dan Jiwa

5 hari lalu

Zamri Mamat, Deputi Chief Marketing Officer Plaza Indonesia (tengah) bersama praktisi wellness dan partner PIWF 2024, saat jumpa pers di Plaza Indonesia, Jakarta, Kamis 18 Juli 2024. TEMPO/Yunia Pratiwi
PIWF 2024 Sediakan 60 Kelas untuk Seimbangkan Tubuh, Pikiran dan Jiwa

PIWF atau Plaza Indonesia Wellness Festival 2024 menghadirkan 60 kelas untuk memberikan pengalaman dan skills baru tentang kesehatan mental dan fisik


Anak Terlibat Judi Online, Penanganan Diminta Utamakan Sisi Psikologis

11 hari lalu

Ilustrasi pemain judi online. Menkopolhukam Hadi Tjahjanto juga mengatakan bahwa satgas judi online telah mengantongi data ratusan jurnalis yang bermain judi online. TEMPO/ Febri Angga Palguna
Anak Terlibat Judi Online, Penanganan Diminta Utamakan Sisi Psikologis

Penanganan anak yang terlibat judi online diminta mengutamakan sisi psikologis, ini alasannya.


5 Tanda Orang Tua Terlalu Keras pada Anak

16 hari lalu

Ilustrasi orang tua memarahi anak/anak menangis. Shutterstock.com
5 Tanda Orang Tua Terlalu Keras pada Anak

Meski baik menerapkan standar tinggi, tak jarang orang tua bersikap terlalu keras pada anak-anak. Berikut contohnya.


Berapa Minggu dalam Setahun? Ini Cara Menghitungnya

16 hari lalu

Berapa minggu dalam setahun? Foto: Canva
Berapa Minggu dalam Setahun? Ini Cara Menghitungnya

Berapa minggu dalam setahun? Anda bisa menghitungnya dengan membagi jumlah hari satu tahun dan satu minggu. Ini penjelasan lengkapnya.