Kapan Waktu yang Tepat Bayi Diberi Minum Air Putih?

Reporter:
Editor:

Nurhadi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagikan Berita
    Ilustrasi bayi perempuan. Canva.com

    Ilustrasi bayi perempuan. Canva.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Bayi membutuhkan hidrasi yang cukup sejak lahir dari air susu ibu (ASI), bukan dari air putih. Bayi tidak bisa diberikan air putih sembarangan.

    Bayi berusia di bawah enam bulan harus menerima nutrisi dan hidrasi dari ASI. Dilansir dari laman Healthline, Senin, 24 Februari 2020, ini karena tubuh bayi, perut kecil, dan ginjal yang sedang berkembang tidak cocok untuk air sampai beberapa bulan setelah lahir.

    Lalu, kapan bayi boleh minum air putih? Anda bisa memperkenalkan sedikit air putih pada usia sekitar enam bulan.

    Jangan langsung memberi bayi Anda air putih segelas atau sebotol penuh. Berikanlan air putih sedikit saja dengan sendok teh atau sendok makan. Dengan begitu, Anda bisa memperkenalkan rasa haus juga bisa dihilangkan dengan air.

    Sebagian besar bayi akan melihat air sebagai sesuatu yang baru, sehingga mereka lebih menyukai susu daripada air. Beberapa bahkan akan menolak rasa air putih. Jangan khawatirkan karena ini akan berubah.

    Pada usia satu tahun, bayi Anda yang baru saja berusia balita bisa memiliki air dalam jumlah yang lebih besar. Tentu saja harus dibarengi makanan bergizi dan susu sapi.

    Ingatlah, untuk tidak memberi air putih pada bayi berusia di bawah enam bulan. Ginjal bayi tidak bisa menangani air sebanyak ginjal orang dewasa, sehingga memberi air, bahkan dalam jumlah sedang, pada bayi di bawah enam bulan bisa menyebabkan hiponatremia. Ini juga bisa menyebabkan pembengkakan otak, bahkan berakibat kematian.

    AMELIA RAHIMA SARI

    Baca juga:  Mengapa Bayi Tak Boleh Minum Air Putih?


     

     

    Lihat Juga


    Newsletter


    Selengkapnya
    Grafis

    Ahok dalam Empat Nama Kandidat Kepala Otorita Ibu Kota Negara Baru

    Nama Ahok sempat disebut dalam empat nama kandidat kepala otorita Ibu Kota baru. Siapa tiga nama lain yang jadi calon pengelola IKN Nusantara?