Lupa Kata Sandi? Klik di Sini

atau Masuk melalui

Belum Memiliki Akun Daftar di Sini


atau Daftar melalui

Sudah Memiliki Akun Masuk di Sini

Konfirmasi Email

Kami telah mengirimkan link aktivasi melalui email ke rudihamdani@gmail.com.

Klik link aktivasi dan dapatkan akses membaca 2 artikel gratis non Laput di koran dan Majalah Tempo

Jika Anda tidak menerima email,
Kirimkan Lagi Sekarang

Paling Populer di Dunia, Inilah Beda Kopi Arabika dengan Robusta

Reporter

Editor

Nurhadi

image-gnews
Kopi drip Vietnam, kopi htam yang disajikan dengan cara disaring. Kopi robusta dan arabika Vietnam, sama-sama terkenalnya di Eropa. Foto: @nordic_coffee
Kopi drip Vietnam, kopi htam yang disajikan dengan cara disaring. Kopi robusta dan arabika Vietnam, sama-sama terkenalnya di Eropa. Foto: @nordic_coffee
Iklan

TEMPO.CO, Jakarta - Kopi arabika dan robusta adalah contoh kopi paling populer di dunia. Beberapa orang mungkin bertanya-tanya apa bedanya kopi arabika dengan robusta.

Dilansir dari laman Coffee Affection, Jumat, 23 April 2021, kopi arabika maupun kopi robusta sebenarnya adalah bagian dari keluarga biologis yang sama meski mereka merupakan spesies tanaman kopi yang berbeda. Masing-masing kemudian dipecah menjadi varietas yang lebih spesifik.

Arabika disebut sebagai rajanya kopi karena sebagian besar kopi yang diproduksi dan didistribusikan ke seluruh dunia adalah jenis kopi ini. Organisasi Kopi Internasional bahkan memperkirakan sekitar 60 persen kopi di dunia adalah arabika. 

Mengapa peredaran arabika di pasar sangat masif? Alasannya sederhana, karena kebanyakan orang lebih menyukai rasa arabika.

Menjelaskan rasa arabika akan sedikit susah karena biji arabika yang sama ketika ditanam di dua tempat terpisah akan menghasilkan rasa yang berbeda. Tetapi, secara umum kopi arabika dianggap lebih halus dan lebih manis daripada kopi robusta. 

Meski begitu, bukan berarti kopi robusta kalah enak dan populer daripada arabika. Sebanyak 40 persen produksi kopi global adalah kopi jenis robusta.

Ada tiga alasan mengapa pangsa pasar kopi ini cukup besar. Pertama, robusta bagus digunakan dalam campuran. Rasa kopinya yang berani dan kuat bisa meningkatkan cita rasa campuran dan membuatnya jadi lebih enak.

Iklan
Scroll Untuk Melanjutkan

Kedua, robusta juga baik sekali digunakan untuk espresso. Cawan suci espresso adalah crema dan robusta bagus dalam menghasilkan crema dibanding arabika. Menggunakan robusta dalam campuran espresso juga membuatnya lebih mudah untuk mengeluarkan crema yang lezat.

Ketiga, robusta lebih mudah ditanam dan diproduksi. Biji Robusta bisa lebih tahan terhadap berbagai cuaca dan penyakit. Ini membuatnya sebagai tanaman kopi favorit petani.

Perbedaan lainnya dari kopi arabika dan robusta adalah kafeinnya. Robusta memiliki kafein yang lebih rendah daripada arabika, sehingga menggunakan jenis kopi ini dalam campuran adalah cara yang bagus untuk meningkatkan jumlah kafein.

AMELIA RAHIMA SARI

Baca juga: Jenis Kopi Arabika Asal Indonesia yang Kondang Hingga Mancanegara

Iklan



Rekomendasi Artikel

Konten sponsor pada widget ini merupakan konten yang dibuat dan ditampilkan pihak ketiga, bukan redaksi Tempo. Tidak ada aktivitas jurnalistik dalam pembuatan konten ini.

 

Video Pilihan


Tips Mengatasi Kaki Bengkak saat Hamil

5 jam lalu

Ilustrasi ibu hamil minum cukup air. (dok. Aqua)
Tips Mengatasi Kaki Bengkak saat Hamil

Kaki bengkak pada ibu hamil lumrah terjadi saat usia kehamilan mencapai trisemester kedua saat darah dan cairan meningkat di dalam tubuh.


Mengenal Jenis Kopi Tradisional di Bali Pulina, dari yang Paling Kuat hingga Manis

2 hari lalu

Berbagai jenis kopi Arabica Kintamani yang disajikan di Bali Pulina. Kamis, 23 November 2023. TEMPO/Intan Setiawanty.
Mengenal Jenis Kopi Tradisional di Bali Pulina, dari yang Paling Kuat hingga Manis

Berikut ini 4 jenis kopi khas Bali dengan proses yang berbeda-beda dari tanaman biji kopi arabika Kintamani.


Menjelajah Wisata Edukasi Kopi Bali Pulina di Gianyar Ubud

4 hari lalu

Berbagai jenis kopi Arabica Kintamani yang disajikan di Bali Pulina. Kamis, 23 November 2023. TEMPO/Intan Setiawanty.
Menjelajah Wisata Edukasi Kopi Bali Pulina di Gianyar Ubud

Bali Pulina menjadi destinasi wisata yang wajib dikunjungi bagi para pecinta kopiBal


5 Makanan dan Minuman yang Harus Dihindari Saat Meriang di Musim Pancaroba

7 hari lalu

Ilustrasi pria sakit demam. shutterstock.com
5 Makanan dan Minuman yang Harus Dihindari Saat Meriang di Musim Pancaroba

Berikut daftar makanan dan minuman yang menghambat pemulihan tubuh saat meriang


Asal Usul Kopitiam, Kedai Kopi yang Dikembangkan Etnis Tionghoa

9 hari lalu

Kedai Kopitiam Oey,  Makassar. TEMPO/Fahmi Ali
Asal Usul Kopitiam, Kedai Kopi yang Dikembangkan Etnis Tionghoa

Kopitiam atau kedai kopi tertua di Indonesia terdapat di Singkawang, Kalimantan Barat. Bagaimana asal usulnya?


Bea Cukai Bantu Produk Kopi dan Perikanan UMKM Masuki Pasar Internasional

14 hari lalu

Bea Cukai Bantu Produk Kopi dan Perikanan UMKM Masuki Pasar Internasional

Dua unit vertikal Bea Cukai, yakni Bea Cukai Jayapura dan Bea Cukai Labuan Bajo bantu pelaku UMKM realisasikan ekspor produk unggulannya.


3 Kelompok Orang yang Tak Dianjurkan Minum Kopi

15 hari lalu

Ilustrasi tidak minum kopi. Shutterstock.com
3 Kelompok Orang yang Tak Dianjurkan Minum Kopi

Pakar nutrisi tak menganjurkan tiga kelompok orang berikut minum kopi. Siapa saja mereka dan apa alasannya?


Bertemu Menteri Keuangan China, Sri Mulyani Bicara Hubungan Bilateral Kopi dan Teh

15 hari lalu

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati bertemu dengan Menteri Keuangan China. FOTO/Instagram
Bertemu Menteri Keuangan China, Sri Mulyani Bicara Hubungan Bilateral Kopi dan Teh

Lan Foan dan Sri Mulyani pun sepakat bahwa hubungan dan kerja sama Indonesia-China harus semakin diperkuat.


Kisah Howard Schultz, Pebisnis Asal Amerika yang Mendirikan Starbucks

17 hari lalu

Howard Schultz, mantan CEO Starbuck, mundur jadi calon presiden Amerika Serikat dari jalur independen. Sumber: reuters/english.alarabiya.net
Kisah Howard Schultz, Pebisnis Asal Amerika yang Mendirikan Starbucks

Starbucks dikaitkan dengan produk Israel. Begini kisah kedai kopi terbesar di dunia itu


Tim Pengabdian Masyarakat FIB UI Cerita Bangkitkan Tenun Khas Tidore yang Punah

19 hari lalu

Model membawakan koleksi desainer Didi Budiardjo menampilkan Tenun Tidore dalam pagelaran mode Jalinan Lungsi Pakan saat pembukaan Jakarta Fashion and Food Festival 2019, Jakarta, Kamis, 15 Agustus 2019. TEMPO/Nurdiansah
Tim Pengabdian Masyarakat FIB UI Cerita Bangkitkan Tenun Khas Tidore yang Punah

Tim Pengabdian Masyarakat FIB UI menyampaikan pengalaman mereka dalam membangkitkan eksistensi tenun khas Kesultanan Tidore yang sudah punah.