Buah ini Bisa Menurunkan Risiko Pikun saat Tua, Menurut Studi

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi apel hijau. Bisnis.com

    Ilustrasi apel hijau. Bisnis.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Salah satu tanda awal penyakit Alzheimer dan demensia atau pikun adalah penurunan kognitif yang dapat dideteksi dari perilaku orang tersebut sehari-hari. Beberapa tanda penurunan kognitif yang harus diwaspadai adalah lupa tanggal janji temu, melupakan kejadian baru-baru ini, sulit memahami tugas-tugas sederhana, memori berkabut, salah menaruhkan barang, dan sulit memusatkan perhatian.

    Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Neurology menyebut beberapa buah seperti stroberi dan jeruk dapat membantu mengurangi risiko pikun. Menurut penelitian itu, orang yang makan setidaknya setengah porsi per hari makanan tinggi flavonoid seperti stroberi, jeruk, paprika dan apel mungkin memiliki risiko penurunan kognitif 20 persen lebih rendah.

    Flavonoid adalah senyawa alami yang ditemukan pada tumbuhan dan dianggap sebagai antioksidan kuat. Kurang asupan antioksidan berperan dalam penurunan kognitif seiring bertambahnya usia.

    Penelitian ini mengamati 49.493 wanita dengan usia rata-rata 48 tahun dan 27.842 pria dengan usia rata-rata 51 tahun selama lebih dari 20 tahun. Mereka mengisi beberapa kuesioner tentang seberapa sering mereka makan berbagai makanan. Asupan mereka dari berbagai jenis flavonoid dihitung dengan mengalikan kandungan flavonoid setiap makanan dengan frekuensinya.

    Hasilnya menunjukkan bahwa flavon, yang ditemukan di beberapa rempah-rempah dan buah-buahan dan sayuran berwarna kuning atau oranye, memiliki kualitas perlindungan terkuat, dan dikaitkan dengan penurunan 38 persen risiko penurunan kognitif, setara dengan tiga sampai empat tahun lebih muda dari usia sesungguhnya.

    Paprika memiliki sekitar 5 mg flavon per 100 gram sajian. Anthocyanin, ditemukan dalam blueberry, blackberry dan ceri, dikaitkan dengan 24 persen penurunan risiko penurunan kognitif. Blueberry memiliki sekitar 164 mg anthocyanin per 100 gram sajian.

    "Diet penuh warna yang kaya akan flavonoid, khususnya flavon dan antosianin, tampaknya baik untuk meningkatkan kesehatan otak jangka panjang. Hasil penelitian kami menarik karena menunjukkan bahwa membuat perubahan sederhana pada diet dapat membantu mencegah penurunan kognitif, " kata Walter Willett, dari Harvard University di Boston, Amerika Serikat.

    Dia menambahkan, orang yang dilibatkan dalam penelitian itu makan rata-rata setidaknya setengah porsi per hari buah-buah kaya flavonoid seperti jeruk, paprika, seledri, jeruk bali, apel dan pir.

    Baca juga: 8 Kebiasaan Buruk yang Bisa Merusak Kesehatan Otak, Mudah Pikun saat Tua

    TIMES OF INDIA 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Biarkan Satu Teman Yang Toxic Mempengaruhi Anda

    Berikut 5 tanda persahabatan yang beracun atau Toxic friendship, perlu evaluasi apakah harus tetap berteman atau cukup sampai di sini.