Menurut Studi Kurang Tidur Memicu Ngemil Berlebihan

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi wanita ngemil. Freepik.com/Wayhomestudio

    Ilustrasi wanita ngemil. Freepik.com/Wayhomestudio

    TEMPO.CO, Jakarta - Tidur sangat penting untuk kesehatan secara keseluruhan, dan itu dapat memengaruhi fungsi kita sehari-hari. Dan menurut sebuah studi baru yang diterbitkan dalam Journal of the Academy of Nutrition and Dietetics, ada satu lagi alasan bagus untuk memprioritaskan tidur: diet Anda.

    Para peneliti dari Ohio State University ingin mempelajari bagaimana durasi tidur mempengaruhi pilihan makanan. Untuk melakukannya, mereka menganalisis data dari hampir 20.000 orang dewasa Amerika Serikat (berusia antara 20 hingga 60 tahun) yang mengambil bagian dalam Survei Pemeriksaan Kesehatan dan Gizi Nasional dari 2007 hingga 2018.

    Dalam survei tersebut, peserta mencatat berapa banyak mereka tidur selama minggu kerja, serta apa yang mereka makan dan kapan. Berdasarkan rekomendasi tidur tujuh jam atau lebih, para peneliti membagi kelompok menjadi mereka yang cukup tidur (lebih dari tujuh jam)—dan mereka yang tidak (kurang dari tujuh jam).

    Berdasarkan analisis mereka, tampaknya kurang tidur dapat menyebabkan ngemil berlebihan. Hampir semua peserta melakukan ngemil di siang hari, tetapi mereka yang kurang tidur cenderung lebih sering ngemil daripada mereka yang cukup tidur. Selanjutnya, makanan ringan tersebut biasanya berkalori tinggi dengan sedikit nilai gizi, seperti minuman ringan, keripik, makanan yang dipanggang, dan lainnya.

    Studi ini juga menemukan banyak peserta, terlepas dari durasi tidurnya, sering ngemil di malam hari. Ini adalah alasan lain untuk mengatur dan mempertahankan waktu tidur lebih awal yang memungkinkan istirahat yang cukup dan memprioritaskan rutinitas malam yang sehat yang diisi dengan aktivitas santai, waktu bebas layar, dan mungkin suplemen tidur.

    Sebagai penulis senior studi ini, Christopher Taylor, mencatat dalam rilis berita, tidak hanya tidak tidur ketika begadang, tetapi juga melakukan semua perilaku yang berhubungan dengan obesitas. "Kurangnya aktivitas fisik, peningkatan waktu layar, pilihan makanan yang kita konsumsi sebagai camilan dan bukan sebagai makanan. Jadi ini menciptakan dampak yang lebih besar dari memenuhi atau tidak memenuhi rekomendasi tidur," ujarnya, seperti dilansir dari laman Mind Body Green.

    Baik tidur maupun diet sehat sangat memengaruhi perasaan kita secara keseluruhan, dan kita semakin banyak belajar tentang bagaimana kedua faktor ini saling terkait. "Kami tahu kurang tidur terkait dengan obesitas dari skala yang lebih luas, tetapi semua perilaku kecil iniisti kerap terjadi," tambah Taylor.

    Jadi, jika Anda berjuang untuk mempertahankan pola makan yang sehat dan mendapati diri Anda menikmati makanan ringan yang kurang optimal, memprioritaskan tidur yang baik mungkin adalah langkah yang tepat untuk memulai. Paling tidak, Anda akan cukup istirahat dan lebih mampu menghadapi hari ke depan.

    Baca juga: 7 Sebab Lelah dan Mengantuk saat Bangun Tidur Pagi Hari


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Biarkan Satu Teman Yang Toxic Mempengaruhi Anda

    Berikut 5 tanda persahabatan yang beracun atau Toxic friendship, perlu evaluasi apakah harus tetap berteman atau cukup sampai di sini.