Ini Rahasia Memasak Jengkol yang Empuk dan Tak Berbau

Reporter:
Editor:

Nurhadi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi semur jengkol. Bango.co.id

    Ilustrasi semur jengkol. Bango.co.id

    TEMPO.CO, Jakarta - Siapa yang tak tahu jengkol. Salah satu bahan masakan khas di Indonesia yang punya cita rasa khas ini mendapat tempat tersendiri di hati penyukanya. Jengkol merupakan buah yang berasal dari batang berkayu yang tinggi. Jengkol dibungkus dengan kulit yang keras berwarna gelap.

    Jengkol biasanya diolah menjadi rendang, semur, sambal, atau pun tumisan. Namun, rasanya yang cenderung pahit dan bau yang tak sedap, membuatnya kadang ditinggalkan. Sebagian orang enggan memasaknya sebab tak tahu bagaimana mengolah jengkol agar empuk dan tak berbau.

    Untuk itu, perlu pengetahuan agar tahu bagaimana mengolah jengkol dengan tepat. Dikutip dari berbagai sumber, berikut tips memasak jengkol agar empuk dan tak berbau:

    1. Pilih jengkol yang tua

    Usahakan Anda mendapatkan jengkol yang sudah tua dan warnanya tak terlalu kekuningan lagi. Biasanya, jengkol yang sudah tua cenderung lebih empuk dan tak memiliki bau yang menyengat sebagaimana jengkol muda.

    2. Kupas kulit jengkol

    Tips kedua untuk mengolah agar jengkol tak berbau dan tak terlalu pahit adalah dengan mengupas kulitnya sebelum dimasak. Usai dikupas, cucilah jengkol dengan air mengalir hingga bersih.

    3. Rendam jengkol sebelum dimasak

    Merendam jengkol sebelum memasaknya bertujuan untuk mengurangi bau menyengat pada jengkol. Anda dapat merendam jengkol di dalam air dingin biasa.

    4. Rebus jengkol sebelum dimasak

    Anda juga dapat merebus jengkol terlebih dahulu untuk membuatnya lebih empuk dan tak terlalu berbau. Rebus jengkol sekitar 30 menit di dalam air mendidih dengan api yang sedang. Anda dapat merebus jengkol menggunakan daun salam atau daun jeruk.

    5. Geprek jengkol

    Dengan menggeprek jengkol, dapat memudahkan bumbu-bumbu pelengkap masakan agar meresap ke jengkol. Alhasil, rasa pahit pada jengkol dapat berkurang olehnya.

    ANNISA FEBIOLA

    Baca juga: Heboh Jengkol, Berapa Banyak yang Aman Dikonsumsi?


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Biarkan Satu Teman Yang Toxic Mempengaruhi Anda

    Berikut 5 tanda persahabatan yang beracun atau Toxic friendship, perlu evaluasi apakah harus tetap berteman atau cukup sampai di sini.