Rihanna Jadi Miliarder, Sempat Berjuang Menghadapi Kekerasan dan Kemiskinan

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Rihanna. Instagram.com/@badgalriri

    Rihanna. Instagram.com/@badgalriri

    TEMPO.CO, Jakarta - Rihanna memperoleh kekayaan bersih sebesar USD 1,7 miliar atau sekitar Rp 244 triliun. Sebagian besar kekayaannya ini berasal dari lini kecantikannya, Fenty Beauty. Menurut perkiraan Forbes, ia menjadi musisi wanita terkaya di dunia dan kedua setelah Oprah Winfrey sebagai artis wanita terkaya.

    Kekayaan miliaran dolar Rihanna mulai dibangun dengan karir musiknya, tetapi merek kecantikan dan perawatan kulitnya, Fenty, diluncurkan pada tahun 2017, menambah kekayaannya dan mengukuhkan posisinya sebagai miliarder.

    Tentu saja, kisah nyata bagaimana Rihanna menjadi miliarder dimulai dengan awal yang sederhana. Lahir di Barbados, Karibia, Amerika Utara, masa kecilnya dibesarkan dalam rumah tangga yang tidak harmonis.

    Ayahnya, Ronald Fenty, adalah seorang pecandu alkohol dan narkoba yang sering melecehkan ibunya, Monica Braithwaite. Penyanyi bernama lengkap Robyn Rihanna Fenty ini sebelumnya mengingat ayahnya memukulnya ketika dia berusia 7 tahun, berjalan di atasnya sambil merokok ketika dia baru berusia 9 tahun, dan menyaksikan ayahnya memukul ibunya selama bertahun-tahun. “Sangat menyakitkan melihat ibumu melalui hal-hal tertentu. Saya belajar banyak, Anda tahu,” katanya pada tahun 2013, seperti dilansir dari laman Your Tango.

    Tidak seperti banyak miliarder yang terlahir dalam kekayaan, Rihanna benar-benar mandiri. Pada usia 16 tahun, Rihanna tinggal di rumah untuk merawat saudara laki-lakinya sementara ibu tunggalnya bekerja sepanjang waktu untuk menghidupi keluarga setelah berpisah dari ayahnya.

    Ia mulai meniti karier musik sebelum berusia 17 tahun. Saat itu ia bertemu produser musik Evan Rogers dan bernaung di bawah label musik Def Jam milik Jay-Z, menjadikannya seorang bintang.

    Namun, perjalanan kariernya tidak semulus yang diperkirakan karena ia sempat mengalami pelecehan. Pada tahun 2009, setelah dia diserang oleh pacarnya saat itu, Chris Brown, liputan media tentang Rihanna kurang berkaitan dengan kesuksesan kariernya dan lebih fokus pada membedah setiap aspek kehidupan pribadinya. Secara konsisten mengubah dirinya sebagai musisi, aktris, pengusaha, desainer dan banyak lagi, Rihanna telah menolak untuk membiarkan kesulitan merusak kesuksesannya.

    Salah satu pencapaian terbesar Rihanna adalah bisnis miliaran dolar yang dibangun di atas keragaman dan inklusi. Sejak diluncurkan pada tahun 2017, Fenty Beauty secara konsisten memenuhi moto "Kecantikan untuk semua" dengan rentang warna yang luas dan formula bebas kekejaman.

    Lini pakaian dalam Savage X Fenty-nya diperagakan oleh model transgender, penyadang disabilitas, model bertubuh besar dari semua jenis kelamin dan ras di atas carwalk sejak awal, tidak seperti rekan-rekan pakaian dalam miliaran dolar lainnya.

    Kekayaan Rihanna menawarkan kemungkinan bahwa mungkin, mungkin saja, menjadi miliarder tidak harus bangkrut secara moral. Semua pencapaiannya ini Rihanna tidak hanya mendobrak pintu untuk dirinya sendiri, tetapi membiarkannya terbuka di belakangnya untuk orang lain.

    Baca juga: Rihanna Kembali Berinovasi, Kali Ini Meluncurkan Fenty Perfume


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.