Kesalahan Mandi yang Harus Dihindari bagi Pemilik Kulit Kering

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi mandi. shutterstock.com

    Ilustrasi mandi. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Banyak alasan yang membuat kulit malah kering setelah mandi, dari kondisi medis hingga cuaca dingin. Tapi ada satu kebiasaan yang sepele tapi ternyata penyebab utama kulit kering, yakni menyabuni seluruh tubuh setiap kali mandi. 

    Ahli kulit mengatakan menyabuni seluruh anggota tubuh dapat merusak lapisan kulit karena dapat menghilangkan kelembapan esensial kulit dan meningkatkan kekeringan. Itu sebabnya, bagi pemilik kulit kering, memakai sabun setiap kali mandi sebaiknya hanya di bagian tubuh tertentu. 

    "Kita hidup dalam masyarakat yang sering mencuci tangan. Meskipun kebersihan yang baik itu penting, itu adalah ide baru bahwa kita perlu mandi setiap hari dan menggunakan sabun di seluruh tubuh kita," kata Joshua Zeichner, Direktur penelitian kosmetik dan klinis di bidang dermatologi di Rumah Sakit Mount Sinai, New York, dikutip dari Livestrong. 

    Dia menyarankan menyabuni area-area tertentu saja seperti wajah, ketiak, dan selangkangan. Untuk area tubuh lain, dia mengatakan air saja sudah cukup. 

    "Hal ini terutama berlaku untuk pasien yang menderita kondisi seperti kulit kering dan eksim, di mana penghalang kulit sudah terganggu dan paparan sabun yang berlebihan dapat merusak fungsinya," kata Zeichner.

    Namun, cara ini mungkin tidak disarankan untuk orang yang rentan terhadap infeksi kulit dan berjerawat. Untuk orang-orang itu, menghilangkan kotoran, minyak dan bakteri yang menumpuk sepanjang hari dapat membantu mencegah pori-pori tersumbat, jerawat dan folikulitis, kata Y. Claire Chang, dokter kulit bersertifikat di Union Square Laser Dermatology, New York. 

    Selain tentang pemakaian sabun, dokter kulit juga menyarankan beberapa tips setiap kali mandi, di antaranya tidak menggunakan air panas karena itu dapat menghilangkan minyak esensial pada kulit dan merusak lapisan kulit luar, kata Zeichner.

    Kalaupun ingin pakai air hangat, atur sampai suhunya 30 derajat Celcius hingga 31 derajat Celcius. Jangan berlama-lama berendam dengan air hangat, cukup 10 menit atau kurang. 

    Setelah mandi, segera pakaikan pelembap dalam waktu tiga menit setelah mandi untuk mengunci kelembapannya. Chang merekomendasikan menggunakan krim dan salep eksim yang lebih tebal daripada lotion ringan untuk tetap terhidrasi dan menghindari eksim jadi lebih buruk. 

    Terakhir, mandi dengan pintu tertutup. "Ini dapat menjaga kelembapan di udara," kata Chang, yang dapat membantu Anda menghindari kulit kering setelah mandi.

    Baca juga: Efek Buruk Mandi terlalu Lama, Kulit Kering dan Mengganggu Sistem Kekebalan


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspada, Penyakit Yang Terabaikan Saat Pandemi Covid-19

    Wabah Covid-19 membuat perhatian kita teralihkan dari berbagai penyakit berbahaya lain. Sejumlah penyakit endemi di Indonesia tetap perlu diwaspadai.