Kenali Ciri-Ciri Adiksi Gawai pada Anak dan Remaja

Reporter

Editor

Mila Novita

Ilustrasi anak dan gadget. Shutterstock.com

TEMPO.CO, Jakarta - Pandemi Covid-19 mengharuskan anak-anak bersekolah jarak jauh, tentunya dengan mengandalkan gawai. Kondisi ini membawa dampak positif maupun negatif. Namun, sampai saat ini penggunaan gadget pada usia dini banyak menimbulkan dampak negatif atau kerap disebut kecanduan gadget.

Dokter spesialis anak Yuni Astria dalam Cerita Cantika Episode 46 "Anak Sehat, Anak Kuat" bersama Cantika.com, Jumat, 23 Juli 2021, menjelaskan ciri-ciri anak yang sudah dikategorikan kecanduan gawai, antara lain anak cenderung merasa lesu, tidak bergairah, stres, gelisah bahkan tidak melakukan kewajibannya.

"Kalau sudah remaja, anaknya cenderung emosional, agresif karena merasa hidupnya cuma untuk gadget ketika diganggu atau ada masalah, dia merasa tidak bisa menyelesaikan jadi upayanya adalah agresif, emosional, sulit mengendalikan diri," kata dia. 

Ada juga remaja yang kecanduan jadi suka menyendiri dan tidak bersosialisasi dengan lingkungan sekitar.

Jika gejala tersebut muncul pada anak yang masih balita atau umur enam sampai sepuluh tahun, Yuni menyarankan untuk melakukan terapi bermain yang dilaksanakan oleh tim khusus. Sementara untuk remaja, perlu terapi perilaku. 

Orang tua berperan penting untuk meminimalisasi kondisi ini dengan memberi contoh. Cobalah untuk menghindari memakai gawai di depan anak.

"Kalau me time usahakan nggak ada gadget biar anak tidak meniru dan anak merasa diperhatikan dan dihargai,” kata dia.

Penggunaan gadget tidak bisa sepenuhnya dihentikan, karena anak-anak masih membutuhkannya terutama selama pandemi. Selain masalah adiksi gawai, anak-anak juga menghadapi ancaman kesehatan mata karena terlalu lama melihat layar. 

Yuni mengatakan banyak keluhan tentang mata, misalnya yang tidak rabun jauh jadi rabun jauh, minus bertambah, atau sering iritasi karena mata kering. 

“Untuk mencegahnya, memang ada namanya prinsip dua puluh, yaitu setelah melihat gadget 20-30 menit, istirahatkan matanya minimal 6 detik untuk melihat jarak dua meter. IDAI juga menyarankan kalau sudah sekolah daring 1 jam istirahat dulu,” jelas Yuni. 

Tak lupa, perhatikan jarak pandangan antara gadget dan mata, posisikan jarak minimal tiga puluh sentimeter. Hindari memakai gadget dengan satu posisi yang tidak berubah, cobalah sesekali ganti dengan posisi menyeder atau tengkurap dan tidak disarankan berbaring.

Yuni juga mengatakan, anak usia di atas dua tahun sebaiknya dibatasi hanya boleh melihat layar gawai selama total 1 jam dalam satu hari, sementara di atas 5 tahun boleh dua jam. 

Baca juga: Awas, Predator Mengincar Anak yang Kecanduan Gawai

SITI HAJAR SUWARDI






Tiga Putra Remaja Ramzan Kadyrov Segera Gabung Wamil Rusia

1 jam lalu

Tiga Putra Remaja Ramzan Kadyrov Segera Gabung Wamil Rusia

Pemimpin Chechnya Ramzan Kadyrov menyatakan tiga putranya yang masih remaja akan mengikuti wajib militer Rusia untuk perang Ukraina.


Kembangkan Potensi Anak dengan Pola Asuh Otoritatif

4 jam lalu

Kembangkan Potensi Anak dengan Pola Asuh Otoritatif

Psikolog menjelaskan pola asuh otoritatif dapat diterapkan orang tua karena bermanfaat untuk memberikan dukungan dan mengasah perkembangan anak.


Alasan Sarah Michelle Gellar Tidak Izinkan Anak Punya Akun Media Sosial

6 jam lalu

Alasan Sarah Michelle Gellar Tidak Izinkan Anak Punya Akun Media Sosial

Sarah Michelle Gellar dan suaminya Freddie Prinze Jr. punya aturan khusus untuk anak-anaknya


Tragedi Kanjuruhan, KPAI Minta Ada Solusi agar Anak Aman saat di Stadion

7 jam lalu

Tragedi Kanjuruhan, KPAI Minta Ada Solusi agar Anak Aman saat di Stadion

TGIPF tragedi Kanjuruhan diharapkan bisa menemukan solusi agar suporter anak aman kala menonton sepak bola di stadion


Pentingnya Tanamkan Nilai Sportivitas pada Anak sejak Dini

7 jam lalu

Pentingnya Tanamkan Nilai Sportivitas pada Anak sejak Dini

Psikolog mengatakan orang tua perlu menanamkan nilai-nilai sportivitas pada anak sedini mungkin karena sangat penting untuk pembentukan karakter.


6 Dampak KDRT Pada Anak yang Tak Boleh Dianggap Sepele

1 hari lalu

6 Dampak KDRT Pada Anak yang Tak Boleh Dianggap Sepele

Anak yang menyaksikan KDRT bisa mengalami efek jangka panjang, menurunkan kualitas hidupnya.


KPAI Minta Semua Sekolah Terapkan Pendidikan Seks Dini untuk Cegah Kekerasan Seksual

1 hari lalu

KPAI Minta Semua Sekolah Terapkan Pendidikan Seks Dini untuk Cegah Kekerasan Seksual

"Pendidikan seks sudah menjadi hal penting karena itu diperlukan pemahaman lebih luas," kata Komisioner KPAI Ai Maryati Solihah


4 Momen Mengasuh Anak yang Bisa Bikin Orang Tua Frustrasi

1 hari lalu

4 Momen Mengasuh Anak yang Bisa Bikin Orang Tua Frustrasi

Orang tua jangan malu minta dukungan yang cukup dari pasangan dan keluarga.


Taman Baca Diharapkan Bisa Bantu Tingkatkan Literasi Anak

1 hari lalu

Taman Baca Diharapkan Bisa Bantu Tingkatkan Literasi Anak

Budaya literasi masyarakat Indonesia terburuk kedua dari 65 negara yang diteliti di dunia. Taman bacaan diharapkan bisa membantu meningkatkannya.


Dampak Pelecehan Seksual, Anak Depresi dan Mau Bunuh Diri

1 hari lalu

Dampak Pelecehan Seksual, Anak Depresi dan Mau Bunuh Diri

Psikolog menyebut anak di bawah umur yang mengalami pelecehan seksual bisa mengalami depresi berat dan menyebabkan ingin bunuh diri.