Yara Shahidi Jadi Duta Merek Dior, Tunjukkan Semangat Aktivis Perempuan

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Yara Shahidi. Instagram.com/@yarashahidi

    Yara Shahidi. Instagram.com/@yarashahidi

    TEMPO.CO, Jakarta - Yara Shahidi memiliki pertunjukan baru yang sangat modis - sebagai duta merek global baru Dior. Aktris dan aktivis berusia 21 tahun ini akan menjadi wajah dari merek fashion dan kosmetik wanita, menampilkan karya dari direktur kreatif Maria Grazia Chiuri dan direktur gambar dari make-up Peter Philips.

    Shahidi sebelumnya telah bermitra dengan rumah mode mewah Prancis sekaligus menunjukkan semangatnya untuk aktivisme, melalui karyanya dengan Dior untuk Hari Perempuan Internasional. Dia muncul di Dior Stands With Women, inisiatif pendidikan dan pemberdayaan yang dipimpin wanita, di mana dia berbicara tentang perjalanan pribadinya sendiri dengan aktivisme. Wanita 21 tahun ini, saat ini belajar di Universitas Harvard untuk mendapatkan gelar dalam Studi Sosial dan studi Afrika-Amerika.

    ADVERTISEMENT

    “Apa yang kami tahu benar adalah bahwa begitu banyak wanita muda tidak diberi ruang untuk didengar secara konsisten, untuk merasa seolah-olah orang benar-benar meluangkan waktu untuk memahami apa yang mereka katakan,” kata Shahidi dalam videonya, seperti dilansir dari laman Harper's Bazaar. “Jadi ketika saya pergi untuk memperjuangkan apa yang saya yakini benar, atau apa yang saya yakini sangat penting untuk proyek tertentu, saya pikir ada banyak waktu bahwa wanita — dan itu hanya diperburuk jika Anda seorang wanita kulit berwarna — menarik garis antara yang dilihat sebagai tegas dan didorong atau agresif. Dan itu penting dan membutuhkan percakapan terus-menerus bahkan bagi saya untuk mengetahui bahwa ketegasan saya, dorongan saya, dan komitmen saya bukanlah sesuatu yang memalukan.”

    Yara Shahidi bergabung dengan duta merek Dior lainnya termasuk Natalie Portman, Jennifer Lawrence dan Cara Delevingne. Dia sebelumnya dipuji karena menggunakan saluran media sosial dan ketenarannya untuk mendukung Gerakan Black Lives Matter dan juga karena mendorong kaum muda untuk memilih dengan inisiatifnya WeVoteNext.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Potongan Janggal Hukuman Djoko Tjandra, Komisi Yudisial akan Ikut Turun Tangan

    Pengadilan Tinggi DKI Jakarta mengabulkan banding terdakwa Djoko Tjandra atas kasus suap status red notice. Sejumlah kontroversi mewarnai putusan itu.