7 Langkah Detoksifikasi dengan Cara yang Sehat

Reporter:
Editor:

Yunia Pratiwi

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi minum air mineral. Shutterstock

    Ilustrasi minum air mineral. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta - Mungkin Anda sedang memulihkan diri setelah vaksinasi atau kembali ke rutinitas kantor dan ingin mengubah kebiasaan makan Anda. Segera setelah Anda menelusuri Instagram, Anda akan dibombardir dengan sepuluh iklan berbeda dari influencer tentang cara mendetoksifikasi tubuh Anda dengan bubuk protein, smoothie, atau jus.

    Menurut ahli diet Marisa Moore, detoks adalah sesuatu yang Anda mulai dan hentikan. "Detoksifikasi umumnya merupakan upaya pembersihan tubuh dari beberapa zat atau menawarkan suatu pengaturan ulang. Beberapa 'detoks' bersifat ringan, berlangsung satu atau dua hari dengan beberapa makanan. Yang lain ekstrim, berlangsung selama berminggu-minggu dengan makanan atau minuman yang dibatasi," ujar Moore seperti dilansir dari laman Instyle.

    Hal yang perlu Anda ingat, bahwa tubuh memiliki proses detoksifikasi alaminya sendiri. Organ detoks terkuat Anda adalah hati, jelas Nisha Chellam, seorang dokter di Parsley Health. Segala sesuatu yang Anda makan melewati saluran pencernaan dan kemudian disaring melalui hati untuk mengekstrak nutrisi dari apa yang Anda makan. Dan sayangnya, semakin banyak makanan olahan yang Anda makan, semakin keras hati akan bekerja untuk mengekstrak nutrisi dan mendetoksifikasi tubuh, jelasnya. 

    Jika Anda ingin mulai detoksifikasi, berikut ini beberapa cara yang perlu diperhatikan

    1. Hindari makanan yang memicu inflamasi
    Ketika ingin menyesuaikan kembali sistem pencernaan Anda, maka hal yang harus Anda perhatikan pertama kali yaitu menyingkirkan makanan yang memicu inflamasi atau peradangan. Dengan menghindari makanan ini, proses detoksifikasi tubuh Anda dapat berlangsung dengan mudah. Beberapa makanan yang dapat memicu inflamasi yaitu susu, jagung, kacang tanah atau makanan yang mengandung gluten seperti pasta dan roti.

    ADVERTISEMENT

    2. Mengonsumsi kandungan probiotik
    Perhatikan kesehatan usus Anda, dengan mengonsumsi makanan yang mengandung probiotik membuat pencernaan lebih lancar. Selain itu probiotik juga membantu meningkatkan kekebalan tubuh Anda, karena 70 persen dari sistem kekebalan terletak di usus. Cobalah untuk mengonsumsi makanan fermentasi seperti yoghurt atau Kimchi. Selain itu, suplemen probiotik merupakan salah satu cara terbaik untuk membantu proses detoksifikasi tubuh yang dapat Anda temui di apotek terdekat.

    3. Perbanyak minum air putih
    Air putih menjadi salah satu detoksifikasi yang efektif dan sangat mudah. Jadikan tubuh tetap terhidrasi dengan baik agar sirkulasi cairan tubuh Anda baik dan metabolisme Anda aktif. Umumnya seseorang meminum air putih sebanyak 1,5 liter per harinya. Akan tetapi, Dr. Moore menyarankan untuk memperhatikan kembali tingkat aktivitas harian Anda, lingkungan dan iklim tempat Anda tinggal dan apakah Anda sedang hamil atau menyusui. Salah satu tanda apabila tubuh Anda tidak terhidrasi dengan baik yaitu Anda merasa lelah sepanjang hari.

    4. Konsumsi makanan utuh
    Makanan utuh atau biasa disebut whole food merupakan makanan alami yang tidak diproses. Seperti sayuran atau buah-buahan, Anda dapat mengganti makanan olahan Anda dengan makanan alami. Selain itu Anda juga dapat menambahkan kacang-kacangan atau biji-bijian untuk menambah serat.

    5. Menambahkan vitamin atau suplemen
    Metabolisme dan pencernaan Anda bergantung bukan hanya pada makanan, vitamin dan mineral turut serta berperan penting. Vitamin B12 atau zat besi merupakan kunci utama membentuk sel darah merah, jika Anda kekurangan kedua vitamin tersebut, Anda akan merasa lemah dan tidak bertenaga.

    6. Makan dengan penuh perhatian untuk membantu pencernaan

    Juga bukan hanya apa yang Anda makan tetapi bagaimana Anda makan yang dapat membuat perbedaan besar dalam pencernaan Anda. Selama "detoksifikasi" seluruh tubuh ini, berikan perhatian ekstra pada isyarat lapar Anda. Tujuannya adalah untuk merasa puas, bukannya kenyang setelah makan, kata Moore. Dan pelan-pelan saat Anda sedang makan.

    7. Mulai mengenalkan kembali makanan

    Langkah nutrisi terakhir dari pengaturan ulang adalah memperkenalkan kembali makanan yang mungkin telah Anda hilangkan sementara, seperti nightshades, produk susu, atau gluten. Yang terbaik adalah bekerja dengan ahli gizi atau pelatih kesehatan selama langkah ini, untuk lebih memahami jangka waktu yang tepat bagi tubuh Anda untuk menghilangkan dan memperkenalkan kembali makanan.

    8. Rawat kulit Anda dengan baik

    "Kulit adalah organ detoks terbesar tubuh," kata Dr. Chellam. Salah satu cara untuk meningkatkan detoksifikasi melalui kulit adalah melalui keringat. Sauna inframerah bisa menjadi pilihan yang tepat jika Anda ingin benar-benar berkeringat, atau hanya berkeringat selama setidaknya 10 menit, tiga hingga empat kali seminggu, selama latihan dapat membantu, sarannya.

    9. Tambahkan lebih banyak gerakan dalam rutinitas Anda

    Alasan lain Anda mungkin merasa sangat lamban adalah jika Anda tidak cukup bergerak. Jika Anda merasa berat atau mengalami penurunan energi, mungkin membantu untuk mengevaluasi kembali rutinitas olahraga Anda, saran Moore. Itu bisa berarti menambahkan jalan-jalan biasa ke istirahat tengah hari Anda, atau menari di sekitar apartemen Anda (ya). Tentu saja, tidur yang cukup, minum cukup air, dan makan cukup makanan utuh akan membuat perbedaan tingkat energi Anda juga, tambahnya.

    10. Kelola stres dan tidur Anda

    Satu langkah yang tidak bisa Anda lupakan dalam reset seluruh tubuh adalah reset mental. Karena tidur secara intrinsik terhubung dengan stres dan bagaimana Anda mengelolanya, sekaranglah saatnya untuk melakukan rutinitas tidur yang lebih baik. Sekarang juga saat yang tepat untuk mengkalibrasi ulang praktik manajemen stres Anda, apakah itu meditasi, olahraga, atau praktik mindfulness lainnya — fokus pada apa pun yang akan mengalihkan pikiran Anda dari stres, selain minum alkohol, kata Dr. Chellam.

    Baca juga: Lizzo Dikritik Mencoba Detoksifikasi, Ingatkan Lakukan Diet Sesuai Kebutuhan

    SITI HAJAR SUWARDI 


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PPKM Level 4 dan 3 di Jawa dan Bali, Ada 33 Wilayah Turun Tingkat

    Penerapan PPKM Level 4 terjadi di 95 Kabupaten/Kota di Jawa-Bali dan level 3 berlaku di 33 wilayah sisanya. Simak aturan lengkap dua level tadi...