Pilih Tabir Surya Sesuai Jenis Kulit, Simak Saran Dokter

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi perempuan sedang memilih berbagai jenis tabir surya. shutterstock.com

    Ilustrasi perempuan sedang memilih berbagai jenis tabir surya. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Tabir surya berfungsi melindungi kulit dari bahaya sinar matahari, seperti kulit terbakar, penuaan dini, dan kanker kulit. Produk ini kini tersedia dengan berbagai formula, dari yang khusus untuk wajah, tubuh, tanpa minyak, dan semprotan. 

    Perbedaan ini sering kali membuat harganya juga berbeda. Tabir surya yang efeknya kurang berminyak, misalnya, lebih mahal daripada yang berminyak. Namun, harga tak menjadi patokan perlindungan yang lebih baik. 

    Dokter kulit di INTEGRIS, Kimberly Jerdan, seperti dikutip dari Insider, Minggu, 13 Juni 2021, memberikan tips memilih tabir surya sesuai tipe kulit wajah Anda, salah satunya yang mengandung setidaknya SPF (Sun Protection Factor) 30. Pastikan tertulis "spektrum luas" di botolnya, karena ini artinya tabir surya melindungi kulit dari sinar UVA dan UVB.

    UVA maupun UVB dapat menyebabkan kanker kulit. Sinar UVA menyebabkan penuaan dini, seperti kerutan dan bintik matahari, karena menembus jauh ke dalam kulit dan dapat merusak kolagennya. Sementara sinar UVB terutama merusak permukaan kulit dan menyebabkan kulit terbakar.

    ADVERTISEMENT

    SPF memberi sinyal berapa banyak radiasi UVB yang disaringnya. Tabir surya SPF 30 memblokir 97 persen sinar UVB matahari. SPF yang lebih tinggi hanya memberikan sedikit perlindungan tambahan dan perlu diterapkan sesering mungkin atau setidaknya setiap dua jam.

    Selanjutnya, pilih tabir surya berdasarkan seberapa berminyak atau kering kulit Anda. Menemukan produk yang cocok untuk mungkin memerlukan percobaan karena kulit setiap orang berbeda.

    Apabila kulit berminyak atau berjerawat, sebaiknya cari produk berlabel non-komedogenik karena tidak akan menyumbat pori-pori, sehingga mengurangi risiko berjerawat, kata pakar dermatologi Joyce Park.

    Dia juga menyarankan tabir surya yang mengandung niacinamide, vitamin B yang memperbaiki penampilan kulit dan mengurangi produksi sebum, zat berminyak dan lilin untuk melembapkan kulit.

    Sementara untuk pemilik kulit kering, sebaiknya cari bahan yang menghidrasi seperti ceramide, asam hialuronat, atau gliserin.

    Berikutnya, jangan lupa oleskan tabir surya sebelum makeup. Memang, banyak produk rias seperti pelembap dan alas bedak mengandung SPF 30, tetapi produk ini biasanya tidak cukup untuk memberikan perlindungan matahari yang memadai.

    "Studi menunjukkan, orang tidak cukup menggunakan makeup dengan SPF untuk mendapatkan manfaat tabir surya penuh, jadi kami menyarankan (menerapkan) tabir surya wajah sebelum aplikasi riasan yang mengandung SPF," kata Park.

    Baca juga: Mitos Pakai Tabir Surya Lebih dari SPF 30 Tak Ada Gunanya, Ini Kata Ahli

    Tabir surya wajah diformulasikan untuk memberikan hasil akhir yang berbeda yakni dewy, matte, atau tinted, sehingga harus ada satu yang cocok untuk semua orang dan setiap rutinitas riasan.

    Selain itu, pilihlah tabir surya berbentuk lotion untuk wajah Anda daripada semprotan. American Association of Dermatology merekomendasikan orang-orang untuk menghindari tabir surya yang disemprotkan karena sulit untuk mengetahui apakah ada bagian kulit yang dibiarkan terbuka.

    Di sisi lain, semprotan tidak boleh dihirup, jadi mungkin lebih baik tabir surya yang menempel seperti krim atau lotion untuk wajah.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Potongan Janggal Hukuman Djoko Tjandra, Komisi Yudisial akan Ikut Turun Tangan

    Pengadilan Tinggi DKI Jakarta mengabulkan banding terdakwa Djoko Tjandra atas kasus suap status red notice. Sejumlah kontroversi mewarnai putusan itu.