Migrain Meningkatkan Risiko Hipertensi Wanita setelah Menopause, Menurut Studi

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi wanita migrain atau sakit kepala. Freepik.com

    Ilustrasi wanita migrain atau sakit kepala. Freepik.com

    TEMPO.CO, JakartaWanita yang mengalami migrain sebelum menopause berisiko lebih tinggi terkena hipertensi atau tekanan darah tinggi setelah menopause, menurut sebuah penelitian yang diterbitkan pada 21 April 2021 di jurnal medis American Academy of Neurology.

    "Migrain adalah gangguan yang melemahkan, seringkali mengakibatkan sakit kepala yang parah dalam sebulan, dan lebih sering dialami oleh wanita daripada pria," kata penulis studi Gianluca Severi, dari Institut Riset Kesehatan dan Medis Nasional Prancis di Paris, dilansir dari Medical Xpress.

    Dia menambahkan, migrain paling banyak dialami wanita sebelum menopause. Setelah menopause, kejadian migrain berkurang tapi angka tekanan darah tinggi meningkat. 

    “Migrain merupakan faktor risiko penyakit kardiovaskular. Oleh karena itu, kami ingin menentukan jika riwayat migrain dikaitkan dengan peningkatan risiko tekanan darah tinggi setelah menopause," paparnya.

    ADVERTISEMENT

    Studi tersebut melibatkan 56.202 wanita yang tidak memiliki tekanan darah tinggi atau penyakit kardiovaskular pada usia ketika menopause mereka dimulai. Dari kelompok ini, 46.659 wanita tidak pernah mengalami migrain dan 9.543 wanita pernah mengalami migrain.

    Wanita ditindaklanjuti hingga 20 tahun dan menyelesaikan survei kesehatan setiap dua hingga tiga tahun. Pada akhir penelitian, 11.030 wanita dilaporkan mengalami migrain.

    Sebanyak 12.501 wanita mengalami tekanan darah tinggi selama penelitian. Ini termasuk 9.401 wanita tanpa migrain dan 3.100 wanita dengan migrain. Wanita dengan migrain juga mengalami tekanan darah tinggi pada usia yang lebih muda dibandingkan wanita tanpa migrain. Usia rata-rata diagnosis untuk wanita tanpa migrain adalah 65 dan untuk wanita dengan migrain adalah 63 tahun.

    Baca juga: 5 Cara Mencegah Migrain Menurut para Ahli

    Severi mengungkap ada banyak cara di mana migrain dapat dikaitkan dengan tekanan darah tinggi. Menurut dia, orang dengan migrain telah terbukti memiliki tanda-tanda awal kekakuan arteri. Pembuluh darah yang lebih kaku dan lebih kecil tidak mampu menampung aliran darah, sehingga tekanan meningkat. Ada kemungkinan juga hal itu tersebut dapat disebabkan oleh genetika.

    "Sejak penelitian sebelumnya menunjukkan migraine meningkatkan kemungkinan kejadian kardiovaskular, identifikasi faktor risiko tambahan seperti kemungkinan lebih tinggi tekanan darah tinggi di antara orang dengan migrain dapat membantu dalam pengobatan atau pencegahan individual. Dokter mungkin ingin mempertimbangkan wanita dengan riwayat migrain dengan risiko tinggi tekanan darah," ujar dia. 

    Studi tersebut tidak menunjukkan bahwa migrain menyebabkan tekanan darah tinggi setelah menopause. Ini hanya menunjukkan hubungan antara keduanya.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Resepsi Pernikahan di PPKM Level 4 dan 3

    Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat, atau PPKM, dengan skema level juga mengatur soal resepsi pernikahan. Simak aturannya.