Siti Nurhaliza Melahirkan di Usia 42 Tahun, Ini Risiko dan Keuntungannya

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Siti Nurhaliza. Instagram/@ctdk

    Siti Nurhaliza. Instagram/@ctdk

    TEMPO.CO, Jakarta - Siti Nurhaliza melahirkan anak keduanya pada Senin, 19 April 2021. Bayi laki-laki itu lahir melalui operasi Caesar dengan berat badan 3,84 kilogram. Seperti anak pertamanya, anak kedua ini lahir setelah Siti dan suaminya, Dato' Sri Khalid Mohamad, menjalani in vitro fertilization (ICF) atau program bayi tabung. 

    Siti membagikan kabar bahagia itu dalam sebuah unggahan di Instagram. Setelah melahirkan, dia dan bayinya dikabarkan sehat. 

    Sehari setelahnya, Siti mengungkapkan kebahagiaannya atas kelahiran anak kedua. 

    "Alhamdulillah...Allah melapangkan satu lagi nikmat dan peluang untuk saya merasai kehamilan, melahirkan dan kini 'anakanda' saya sudah lahir ke dunia. 
    Alhamdulillah..proses melahirkan semalam baik dan lancar, saya dan bayi juga dalam keadaan baik," tulis dia. 

    Diva asal Malaysia ini melahirkan di usia 42 tahun. Kehamilan dan persalinan di usia ini termasuk berisiko tinggi karena rentan mengalami komplikasi. Namun, ternyata ada juga keuntungannya. 

    ADVERTISEMENT

    Seperti Siti, angka persalinan di usia ini terus meningkat. Ada beberapa alasan mengapa wanita menunggu untuk memiliki anak, termasuk perawatan kesuburan, karier, dan menunggu hidup mapan. 

    Dilansir dari Healthline, ada beberapa keuntungan melahirkan di usia ini. Salah satunya, ibu yang melahirkan di usia ini lebih matang sehingga bisa memberikan kehidupan lebih pada anak-anaknya dibandingkan dengan usia 20-an atau 30-an. 

    Di usia ini kebanyakan pasangan sudah membangun karier dan dapat mendedikasikan lebih banyak waktu untuk membesarkan anak. Situasi keuangan juga bisa lebih menguntungkan.

    Baca juga: Siti Nurhaliza Melahirkan Anak Kedua, Laki-laki dengan Berat 3,84 Kilogram

    Menurut penelitian, ada beberapa keuntungan punya anak di usia ini antara lain mengurangi risiko penurunan kognitif; bisa hidup lebih lama; dan pendidikan yang lebih baik pada anak-anak, seperti nilai ujian dan tingkat kelulusan yang lebih tinggi. 

    Meski berisiko, kemajuan teknologi seputar kesuburan, kehamilan, dan persalinan, memungkinkan orang memiliki bayi dengan aman di usia 40 tahun. Namun, kehamilan apa pun setelah usia 40 tahun dianggap berisiko tinggi, termasuk tekanan darah tinggi, preeklampsia, diabetes gestasional, cacat lahir seperti sindrome Down, keguguran, berat badan lahir rendah, dan kehamilan ektopik yang biasanya terjadi dalam program bayi tabung

    Siti Nurhaliza juga melahirkan anak pertamanya, Afiyah, di usia yang berisiko, yaitu 39 tahun, pada 19 Maret 2018. 


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Warga Tak Punya NIK Bisa Divaksinasi, Simak Caranya

    Demi mencapai target tinggi untuk vaksinasi Covid-19, Kementerian Kesehatan memutuskan warga yang tak punya NIK tetap dapat divaksin. Ini caranya...