Peneliti Ungkap Efek Buruk Tidur Berlebihan saat Hamil

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi ibu hamil tidur atau bermimpi. shutterstock.com

    Ilustrasi ibu hamil tidur atau bermimpi. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Salah satu perubahan yang terjadi selama hamil adalah perasaan lelah dan mengantuk. Jadi jangan heran jika melihat wanita hamil sering tidur atau tidur dalam waktu lama. 

    Tapi sayangnya, tidur berlebihan, dalam kondisi hamil atau pun tidak, akan mempengaruhi kesehatan. Khusus untuk ibu hamil, sebuah penelitian yang dipimpin oleh Michigan Medicine mengungkapkan bahwa tidur lebih dari sembilan jam per malam dikaitkan dengan bayi lahir meninggal saat hamil tua atau late stillbirth

    Dilansir dari Times of India, Selasa, 20 April 2021, temuan penelitian ini diterbitkan dalam jurnal Birth, untuk menunjukkan hubungan antara waktu tidur ibu yang lama tanpa gangguan dan lahir mati yang tidak tergantung pada faktor risiko lainnya.

    Menurut National Sleep Foundation, wanita hamil harus tidur 7 hingga 9 jam setiap malam. Tidur lebih dari 10 jam dapat disebut tidur berlebihan selama kehamilan.

    ADVERTISEMENT

    Bagaimana tidur bisa menyebabkan bayi lahir mati? Ini karena tekanan darah dikatakan paling rendah selama tidur, tetapi ketika bangun, peningkatan aktivitas sistem saraf terjadi, menyebabkan peningkatan tekanan darah secara intermiten. Perubahan singkat pada tekanan darah mampu menghindari tekanan darah rendah yang berkepanjangan. Tekanan darah rendah telah dikaitkan dengan cacat pertumbuhan janin, kelahiran prematur, dan lahir mati.

    Di sisi lain, dikatakan bahwa ibu hamil harus menghindari bangun di tengah malam. Kurang tidur dikaitkan dengan kehamilan yang tidak sehat.

    Baca juga: Anak Suka Pilih-pilih Makanan Dipengaruhi Pola Makan Ibu saat Hamil dan Menyusui

    Lelah dan mengantuk selama hamil adalah hal yang normal, terutama pada selama trimester pertama dan ketiga kehamilan. Ini terjadi karena volume darah dan kadar progesteron meningkat selama trimester pertama, yang bisa membuat merasa mengantuk. Selain itu, kelebihan berat badan karena adanya bayi dan kecemasan mental akan rasa sakit dan tanggung jawab yang akan datang mungkin membuat wanita hamil ingin menghabiskan lebih banyak waktu di tempat tidur.

    Prubahan hormonal dan fisiologis juga dapat mempengaruhi kualitas tidur. Ketidaknyamanan yang berhubungan dengan kehamilan dapat menyebabkan tidur malam gelisah dan stres meningkat serta tingkat kecemasan. Ini berdampak pada kelelahan dan rasa kantuk selama hamil. 


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Warga Tak Punya NIK Bisa Divaksinasi, Simak Caranya

    Demi mencapai target tinggi untuk vaksinasi Covid-19, Kementerian Kesehatan memutuskan warga yang tak punya NIK tetap dapat divaksin. Ini caranya...