Setelah Vaksinasi COVID-19, Peneliti Sarankan Tunda Pemeriksaan Payudara

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Botol kecil berlabel stiker

    Botol kecil berlabel stiker "Vaccine COVID-19" dan jarum suntik medis dalam foto ilustrasi yang diambil pada 10 April 2020. [REUTERS / Dado Ruvi]

    TEMPO.CO, Jakarta - Para ahli radiologi menyarankan agar menunda pemeriksaan payudara usai vaksinasi COVID-19. Alasannya, mereka menemukan adanya pembengkakan kelenjar getah bening di ketiak setelah vaksinasi. Pembengkakan ini tidak berbahaya dan hilang dalam beberapa hari. 

    Pembengkakan kelenjar getah bening yang terdeteksi selama pemindaian MRI payudara bisa menyebabkan kekhawatiran, yang mengarah ke lebih banyak tes termasuk biopsi dan membuat seseorang cemas.

    Dalam sebuah studi, para peneliti di Hospital of the University of Pennsylvania menemukan ada pembengkakan kelenjar getah bening yang tidak berbahaya pada wanita yang baru-baru ini mendapatkan vaksinasi tak lama sebelum jadwal MRI mereka. Pembengkakan selalu terjadi di sisi tempat vaksinasi.

    Ini efek samping dalam uji klinis vaksin COVID-19 Moderna. Peneliti menemukan sekitar 10 persen penerima vaksin mengalami pembengkakan kelenjar getah bening setelah dosis pertama. Kemudian, sekitar 14 persen peserta mengalami hal yang sama setelah dosis kedua vaksin.

    Baca juga: Sebab Lengan Nyeri Usai Vaksin Covid-19 dan Cara Mengatasinya

    Para ahli mengatakan pembengkakan yang biasanya hilang 2-4 hari setelah vaksinasi, seharusnya tidak menjadi perhatian karena ini tanda vaksin menstimulasi sistem kekebalan.

    "Sistem kekebalan Anda meningkatkan respons itu dan melakukan apa yang seharusnya dilakukannya," kata ahli radiologi dari Cleveland Clinic yang turut dalam penelitian, Dr. Laura Dean.

    Dean mengatakan ketika kelenjar getah bening membesar di satu sisi tubuh, biasanya tidak berbahaya. Tetapi dalam kasus yang jarang terjadi, ini dapat menandakan kanker payudara atau limfatik, yang biasanya memerlukan biopsi.

    Untuk orang-orang yang telah menerima vaksin tetapi membutuhkan pemeriksaan payudara tepat waktu, Dean menyarankan penjadwalan ultrasound kemudian menindaklanjutinya 4-12 minggu setelahnya untuk melihat apakah pembengkakan yang terdeteksi telah hilang.

    "Selalu ada risiko dan keseimbangan dari cukup berhati-hati sehingga kita tidak melewatkan sesuatu seperti kanker. Tapi kemudian, tentu saja, tidak membuat pasien mengalami stres yang tidak semestinya dan sedikit ketidaknyamanan saat menjalani biopsi," kata Dean.

    Society of Breast Imaging merekomendasikan penjadwalan pemeriksaan skrining payudara sebelum vaksinasi COVID-19 atau 4-6 minggu setelah dosis kedua.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Berjemur dan Dampak Positifnya Bagi Mata

    Mata merupakan jendela dunia. Penggunaan gawai yang berlebihan bisa berbahaya. Oleh karena itu kita harus merawatnya dengan memperhatikan banyak hal.