Cegah Stres pada Ibu, Bidan dan Perawat Bisa Lakukan Pendampingan Ini

Reporter:
Editor:

Mitra Tarigan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Bidan. shutterstock.com

    Ilustrasi Bidan. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Bidan adalah salah satu garda terdepan dalam pencegahan depresi ibu saat hamil dan pasca-melahirkan. Penting sekali memberikan pelatihan kepada bidan tentang kesehatan jiwa maternal oleh para psikolog klinis dan psikiater. Hal itu yang dilakukan oleh MotherHope dalam program Lebih Dekat Dengan Ibu.

    Menurut Founder Motherhope Indonesia, Nur Yana Yirah sebelum terjun ke lapangan para bidan dan perawat ini dilatih terlebih dahulu oleh para psikiater dan psikolog secara online. Kemudian, mereka juga dibekali dengan alat edukasi, merchandise, makanan tambahan serta E-Booklet 'Mengenal Baby Blues Syndrome dan Depresi Pasca Melahirkan' untuk ibu. “Tak ketinggalan kami juga melakukan follow up kepada para ibu secara online maupun kunjungan rumah,” ucap Nur Yana melalui siaran tertulis, Jumat, 29 Januari 2020.

    Baca: Bagi Nia Ramadhani Kejujuran Kunci Penting untuk Hubungan Ibu dan Putrinya

    Program ini melibatkan 10 koordinator wilayah, 150 bidan di 35 Kota di Indonesia. Edukasi ini dilakukan oleh para bidan dan perawat setelah pemeriksaan Antenatal Care Service atau ketika bidan melakukan kunjungan rumah dengan memenuhi protokol Kesehatan pencegahan COVID 19.

    ADVERTISEMENT

    “Kami berusaha untuk menuju wilayah yang terjangkau, terutama pedesaan di pulau Jawa, Bali, Kalimantan Selatan dan Utara hingga Sulawesi Barat. Semoga gerakan Lebih Dekat dengan Ibu ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan jiwa maternal, serta mendorong lebih banyak keluarga untuk memperhatikan kesehatan ibu dan bayi," ungkap ibu dua anak ini.

    Program tersebut telah melahirkan para pemimpin perempuan yang disebut sebagai koordinator wilayah. Nur Yana mengklaim timnya telah mengedukasi lebih dari 1.400 ibu beserta keluarganya secara langsung melalui program ini selama 2 bulan.

    Tentu ada banyak tantangan yang perlu dihadapi. Antara lain medan yang sulit ditempuh dengan kendaraan di daerah pedalaman terutama Kalimantan dan Sulawesi, stigma yang masih melekat tinggi, penyebaran COVID 19 di Ibu Kota Jakarta, hingga membuatnya harus menghentikan edukasi ini selama beberapa hari.

    “Semoga program ini dapat berkontribusi dalam meningkatkan Kesehatan jiwa ibu di 35 kota tersebut. Kami harap program ini dapat berlanjut dan kami bisa mengedukasi lebih banyak ibu di Indonesia,” kata Nur Yana.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PPKM Level 4 dan 3 di Jawa dan Bali, Ada 33 Wilayah Turun Tingkat

    Penerapan PPKM Level 4 terjadi di 95 Kabupaten/Kota di Jawa-Bali dan level 3 berlaku di 33 wilayah sisanya. Simak aturan lengkap dua level tadi...