5 Tanda Anak Mengalami Disleksia yang Bikin Sulit Membaca dan Menulis

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi ibu membaca bersama anak. Pixabay.com

    Ilustrasi ibu membaca bersama anak. Pixabay.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Disleksia merupakan ketidakmampuan belajar yang dapat terjadi pada siapa saja. Kondisi mempengaruhi bahasa lisan dan tulisan anak karena mereka merasa sulit untuk memahami beberapa kata dan angka. 

    Anak-anak penderita disleksia mengalami kesulitan dalam menulis karena cenderung mencampuradukkan kata-kata. Selama tahap pembelajaran dan pertumbuhan, kondisi ini sangat menantang bagi anak-anak yang menderita disleksia.

    Namun, disleksia bukanlah penyakit dan tak perlu malu karena tidak mempengaruhi kecerdasan emosional atau kemampuan belajar anak. Anak-anak penderita disleksia telah terbukti kuat dan cerdas secara akademis dibandingkan dengan anak lain.

    Berikut lima tanda umum yang perlu diwaspadai untuk mengetahui apakah anak Anda menderita disleksia, menurut laman Pinkvilla, Kamis, 17 Desember 2020.

    ADVERTISEMENT

    1. Kesulitan membaca

    Anak-anak yang menderita disleksia dapat mengalami kesulitan membaca karena mereka sulit memahami bahasa, kata, dan huruf. Mereka lambat membaca dan sering salah mengucapkan huruf. Salah satu tandanya adalah anak malu membaca buku teks di kelas atau menghindari membaca.

    2. Kesulitan dengan angka dan huruf

    Seorang anak penderita disleksia sering kesulitan belajar matematika. Mengurangi dan menjumlahkan angka dan membuat perhitungan besar di kepala mereka adalah sesuatu yang sangat sulit bagi anak-anak penderita disleksia. Mengingat warna, hari, bulan, atau tabel juga bisa jadi sulit.

    3. Tulisan yang tidak jelas

    Anak penderita disleksia juga akan mengalami kesulitan dalam gaya menulisnya. Amati cara mereka memegang pensil atau pulpen untuk menulis di atas kertas. Mereka mungkin kesulitan dengan tata bahasa dan tanda baca.

    4. Kesulitan dalam mengikuti beberapa instruksi

    Anak-anak penderita disleksia tidak memiliki kemampuan untuk melakukan banyak tugas atau mengikuti serangkaian peristiwa, instruksi, urutan angka dan kata-kata. Karena keterampilan pemahaman mereka agak lambat, perlu beberapa saat bagi mereka untuk memahami dan menerapkan instruksi. Mereka juga bisa bingung antara arah kiri atau kanan.

    5. Terlambat bicara 

    Terakhir, anak penderita disleksia akan belajar bagaimana berbicara pada tahap selanjutnya. Proses pembelajaran untuk anak-anak penderita disleksia lambat karena mereka merasa sulit untuk memahami bahasa, kosa kata, dan tata bahasa baru.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pujian dan Kado Menghujani Greysia / Apriyani, dari Sapi hingga Langganan Berita

    Indonesia hujani Greysia / Apriyani dengan sanjungan dan hadiah. Mulai dari sapi, emas sungguhan, sampai langganan produk digital. Dari siapa saja?