Meski Ukurannya Mini, Varian Sushi Ini Berkalori Tinggi Tak Cocok untuk Diet

Reporter:
Editor:

Mila Novita

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • ilustrasi sushi (pixabay.com)

    ilustrasi sushi (pixabay.com)

    TEMPO.CO, JakartaSushi terlihat seperti makanan sehat dan cocok untuk diet karena ukurannya kecil, hanya terdiri atas sedikit nasi, nori, sayuran, dan ikan atau makanan laut lainnya. Tapi dengan ukuran yang kecil itu, kalori makanan khas Jepang ini bisa lebih dari 500. 

    Total kalori sushi sangat tergantung pada porsi dan bahan yang digunakan. Misalnya, sushi tradisional yang hanya terdiri atas nasi putih, rumput laut (nori), dan ikan memiliki kalori yang relatif rendah, yakni sekitar 200-250 kalori per 6 potong.

    Namun, nilai kalorinya akan melipat ganda jika ada modifikasi, seperti yang banyak ditemukan di restoran sushi di Indonesia. California roll yang secara tradisional merupakan sushi isi alpukat dan daging kepiting, bisa memiliki kalori hingga 410 per potong jika ditambahkan mayonaise dan krim keju yang menambah rasa gurih.

    Kalori sushi yang tinggi juga bisa ditemukan pada gulungan yang berisi ikan atau udang yang digoreng maupun dibalut dengan tepung.

    Sushi pada dasarnya merupakan salah satu pilihan kuliner yang baik karena mengandung sumber vitamin (sayuran), karbohidrat (nasi), dan protein (ikan).

    Namun, tingginya kandungan kalori sushi bisa menambah daftar panjang risiko makan sushi, seperti lebih rentan terpapar parasit atau bakteri karena makan makanan mentah. Belum lagi jika mengonsumsinya di tempat yang kurang bersih. Ikan yang digunakan bisa saja tercemar logam berat merkuri yang berbahaya bagi kesehatan, terutama pada ibu hamil dan menyusui.

    Jadi, agar tidak menimbulkan masalah, ada tips yang bisa diikuti agar makan sushi lebih aman dan rendah kalori.

    -Pilih sushi tradisional, seperti salmon maki, tuna maki.

    -Pilih sushi roll yang berisi sayuran segar, seperti mentimun.

    -Pilih sashimi, karena tidak disajikan bersama nasi, sehingga merupakan salah satu sumber pangan yang relatif rendah kalori.

    -Nigiri (sushi dengan ikan di atasnya) dan temaki (sushi berbetuk kerucut) yang disajikan dengan nasi lebih sedikit dibanding sushi jenis lainnya juga bisa menjadi pilihan yang baik dan mengenyangkan.

    -Hindari sushi modifikasi (yang biasanya berbentuk gunkan atau sushi roll) yang mengandung bahan makanan tinggi kalori, seperti krim keju, mayones, atau tempura (dengan bahan tepung).

    -Jangan makan sushi di sembarang restoran, terlebih jika mutu ikan dan bahan-bahan lainnya tidak terjamin.

    -Lengkapi konsumsi sushi bersama sumber protein dan serat lainnya, seperti edamame, salad wakame (rumput laut), dan sup miso.

    -Jangan terlalu banyak menggunakan kecap asin, terutama jika memiliki riwayat hipertensi.

    SEHATQ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.